🗒️ FIQIH AIR MUSTA'MAL
📙Pertanyaan:
Bagaimana cara menghitung jumlah air (dua qullah, kurang atau lebih) yang berada di dalam pipa ledeng atau pipa DUB (Sanyo), sementara air dalam pipa tersebut terus bersambung dengan air yang berada di dalam sumur atau tandon?
📌Jawaban:
Jika air dalam pipa mengalir, maka cara menghitungnya adalah dengan mengukur volume air dalam satu jiryah (gelombang air yang bergerak dalam pipa).
Cara konkret perhitungannya adalah:
1. Kedalaman jiryah (gelombang air yang memanjang sesuai panjang pipa) ×
2. Panjang jiryah (lebar pipa) ×
3. Lebar jiryah (kedalaman pipa).
Jika hasil perkalian tersebut mencapai 125 cm (4 dziro') atau lebih, maka air tersebut termasuk dalam kategori dua qullah atau lebih.
📌Catatan:
Satu jiryah dapat diketahui dengan cara mengetuk atau menepuk air dengan keras. Jika air ikut bergerak, meskipun hanya sedikit, maka sepanjang dan sejauh air tersebut bergerak dianggap sebagai satu jiryah.
📙 REFERENSI
📚مغني المحتاج - الجزء الأول - صفحة 24 - دار الفكر
الماء الجاري هو ما يندفع في مستوٍ أو منخفض، وهو كالراكد فيما سبق من التفريق بين القليل والكثير، وفيما يُستثنى من مفهوم حديث القلتين، إذ لم يُفصل فيه بين الجاري والراكد. ولكن العبرة في الماء الجاري تكون بالجرية نفسها وليس بمجموع الماء.
كما جاء في "المجموع"، الجرية هي الدفعة بين حافتي النهر عرضًا، ويُراد بها ما يرتفع من الماء عند تموّجه، تحقيقًا أو تقديرًا. فإذا كثرت الجرية، لم تتنجس إلا بالتغير. وهي في نفسها منفصلة عما أمامها وما خلفها من الجريات، وإن كانت متصلة بها حِسًّا، لأن كل جرية تتجه إلى ما أمامها وتهرب مما خلفها.
📚Kitab "Mughni Al-Muhtaj" - Jilid 1 - Halaman 24 - Dar Al-Fikr
Air yang mengalir adalah air yang bergerak di permukaan yang rata atau lebih rendah. Ia memiliki hukum yang sama dengan air yang diam dalam hal perbedaan antara jumlah sedikit dan banyak, serta pengecualian yang didasarkan pada hadis tentang dua qullah, di mana tidak ada perbedaan antara air yang mengalir dan air yang diam dalam ketentuan tersebut.
Namun, dalam air yang mengalir, yang menjadi ukuran adalah satu gelombang (jiryah) itu sendiri, bukan keseluruhan volume air.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Majmu', gelombang air (jiryah) adalah aliran yang bergerak di antara dua tepi sungai secara horizontal, dan yang dimaksud adalah bagian air yang naik akibat gelombang, baik secara nyata maupun dalam perkiraan.
Jika jumlah gelombang ini banyak, maka air tersebut tidak menjadi najis kecuali jika terjadi perubahan sifat.
Secara alami, setiap gelombang terpisah dari gelombang di depannya maupun di belakangnya, meskipun secara fisik masih terhubung. Hal ini karena setiap gelombang bergerak ke depan dan menjauh dari bagian yang berada di belakangnya.
📚حاشية الباجوري - الجزء الأول - صفحة 37 - دار الفكر
وخرج بقول المصنف "فتغيَّر": أي إذا لم يتغير الماء، فإنه لا يتنجس، لأن الماء الكثير لا ينجس بمجرد الملاقاة، سواء كان في موضع واحد أو في مواضع متعددة مع قوة الاتصال، بحيث إذا حرّك أحدها حركة عنيفة، تحرّك الآخر ولو بضعف.
ومن ذلك يُعلم حكم حياض البيوت، فإذا وقعت نجاسة في أحدها ولم تغيّره، فإن كان بحيث لو حُرّك أحدها حركة قوية لتحرّك مجاوره بنفس الطريقة، وكان مجموع الماء قلتَين فأكثر، فلا يُحكم بتنجيس الجميع.
أما إذا كان أقل من ذلك، فيُحكم بتنجيس جميعها.
📚Kitab "Hasyiyah Al-Bajuri" - Jilid 1 - Halaman 37 - Dar Al-Fikr
Dalam pernyataan penulis "jika terjadi perubahan" berarti jika air tidak mengalami perubahan sifat, maka air tersebut tidak menjadi najis.
Sebab, air yang banyak tidak menjadi najis hanya karena bersentuhan dengan najis, baik dalam satu tempat atau beberapa tempat yang memiliki hubungan kuat, yaitu jika salah satu bagian air digerakkan secara kuat, maka bagian yang lain juga ikut bergerak, meskipun dengan gerakan yang lebih lemah.
Dari ketentuan ini, dapat dipahami hukum kolam air di rumah, yaitu jika ada najis yang jatuh ke dalam salah satu kolam dan tidak mengubah sifat airnya:
- Jika ketika salah satu kolam diguncangkan dengan kuat, kolam yang lain ikut bergerak, dan total jumlah airnya mencapai dua qullah atau lebih, maka tidak dihukumi najis.
- Namun, jika tidak mencapai dua qullah, maka semuanya dihukumi najis.
📚الترمسي - الجزء الأول - صفحات 123-124 - المطبعة العامرة الشرفية
والماء الجاري هو ما اندفع في صبٍّ أو مستوٍ من الأرض، وإلا فهو راكد. وهو كالراكد، فإن كان قلتين لم ينجس إلا بالتغير، وإن كان أقل من قلتين فإنه ينجس بمجرد ملاقاة النجس غير المعفو عنه.
نعم، الجاري وإن تواصل حسًّا، فهو منفصل حكمًا، إذ كل جرية طالبة لما أمامها هاربة مما وراءها، فاعتُبر تقوى أجزاء الجرية الواحدة بعضها ببعض، وهي ما يرتفع وينخفض بين حافتي النهر من الماء عند تموّجه، تحقيقًا أو تقديرًا.
(قوله "وهي") أي الجرية الواحدة. (وقوله "ما يرتفع وينخفض عند تموّجه") أي الماء، وهذا مراد من قال إنها الدفعة بين حافتي النهر عرضًا.
(قوله "تحقيقًا أو تقديرًا") تفصيل للتموج، فالتحقيقي أن يُشاهد ارتفاع الماء وانخفاضه بسبب شدة الهواء، والتقديري أن يكون غير ظاهر التموج بالجريان عند سكون الهواء، فإنه يتموج ولا يرتفع، قاله البجيرمي.
قال في "شرح العباب": فالجرية من قبيل الأجسام المحسوسة التي تختلف مسافة أبعادها: الطول والعرض والعمق.
قال في "الإمداد": ومعرفة كونها قلتين تكون بالمساحة، بأن يُؤخذ عمقها ويُضرب في طولها، ثم الحاصل في قدر عرضها بعد بسط الأقدار من مخرج الربع، أي لوجوده في مقدار القلتين في المربع.
وبهامشه نصه: (قوله "تحقيقًا أو تقديرًا") التحقيق أن يُشاهد التموج، والتقدير كما في "شرح العباب" للشارح، فيما إذا لم يظهر التموج، فهي الجرية من قبيل الأجسام المحسوسة التي تختلف مساحة أبعادها: الطول والعرض والعمق.
قال في "الإمداد": ومعه تُقرّب معرفة كونها قلتين بالمساحة، بأن يُؤخذ عمقها ويُضرب في طولها، ثم الحاصل في قدر عرضها بعد بسط الأقدار من مخرج الربع، فلو كان عمقها في طول النهر ذراعًا ونصفًا، وطولها، وهو عرض النهر، كذلك، فابسط كلا منهما أرباعًا، واضرب أحدهما في الآخر، ثم الحاصل وهو ستة وثلاثون في عرضها، وهو عمق النهر بعد بسطه أرباعًا، فإن كان ذراعًا فالحاصل أكثر من قلتين، أو ثلاثة أرباع ذراع، فالحاصل مائة وثمانية، فليست الجرية قلتين، إذ هما بالمساحة مائة وخمسة وعشرون ربعًا حاصلة كما يأتي من ضرب طولهما، وهو ذراع وربع، وهو العرض، بعد بسط الكل أرباعًا، ثم الحاصل في خمسة بسط العمق يحصل ذلك.*
📚Kitab "At-Tarmasi" - Jilid 1 - Halaman 123-124 - Al-Matba'ah Al-'Amirah Asy-Syarafiyyah
Air yang mengalir adalah air yang bergerak di permukaan yang miring atau datar. Jika tidak demikian, maka ia dianggap sebagai air diam. Air yang mengalir memiliki hukum seperti air diam dalam hal perbedaan antara jumlah sedikit dan banyak, serta pengecualian berdasarkan hadis dua qullah. Dalam hadis tersebut, tidak ada pembedaan antara air mengalir dan air diam.
Namun, dalam air yang mengalir, yang menjadi ukuran adalah gelombang air (jiryah) itu sendiri, bukan keseluruhan volume air.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Majmu', gelombang air (jiryah) adalah aliran yang bergerak di antara dua tepi sungai secara horizontal, dan yang dimaksud adalah bagian air yang naik akibat gelombang, baik secara nyata maupun dalam perkiraan.
Jika jumlah gelombang ini banyak, maka air tersebut tidak menjadi najis kecuali jika terjadi perubahan sifat.
Setiap gelombang terpisah dari gelombang di depannya maupun di belakangnya, meskipun secara fisik masih terhubung. Hal ini karena setiap gelombang bergerak ke depan dan menjauh dari bagian yang berada di belakangnya.
(Penjelasan lebih lanjut tentang jiryah)
- Gelombang nyata: Saat air terlihat naik dan turun akibat tiupan angin yang kuat.
- Gelombang perkiraan: Saat air tampak tenang karena tidak ada angin, tetapi sebenarnya tetap mengalami pergerakan yang tidak terlihat.
Dalam kitab Syarh Al-'Abab, disebutkan bahwa gelombang air adalah bagian dari objek fisik yang memiliki variasi dalam panjang, lebar, dan kedalaman.
Dalam kitab Al-Imdad, cara mengetahui apakah jumlah air mencapai dua qullah adalah dengan menghitung volumenya berdasarkan ukuran ruang yang ditempati oleh air:
1. Mengukur kedalaman air dan mengalikannya dengan panjang aliran air.
2. Hasil perkalian tersebut lalu dikalikan dengan lebar aliran air, setelah semua ukuran diubah ke dalam bentuk kuadrat.
Contoh perhitungan:
- Jika kedalaman air 1,5 dziro', panjangnya 1,5 dziro' juga, maka kedua ukuran tersebut dikonversi ke dalam satuan kuadrat, kemudian dikalikan satu dengan lainnya.
- Hasilnya adalah 36, lalu dikalikan dengan lebar air setelah diubah ke bentuk kuadrat.
- Jika lebarnya 1 dziro', maka hasilnya lebih dari dua qullah.
- Namun, jika lebarnya 0,75 dziro', hasilnya 108, sehingga tidak mencapai dua qullah.
Ukuran dua qullah dalam satuan kuadrat adalah 125, yang diperoleh dari perkalian panjang 1,25 dziro' dengan lebarnya setelah dikonversi ke bentuk kuadrat.
2 MEI 2025
Langit Dua Dunia
.jpeg)