🗒️ FIQIH
🔗Perkawinan dengan maskawin membaca Al-Qur'an:
Pertanyaan:
Bagaimana hukum pernikahan jika maskawinnya berupa bacaan Al-Qur'an?
📚Jawaban:
Pernikahan tersebut sah, dengan syarat:
1. Pengantin pria benar-benar membaca Al-Qur'an sebagai maskawin dan mengalami kesulitan atau kepayahan dalam membacanya.
2. Pengantin wanita hadir saat bacaan tersebut dilakukan.
Dengan memenuhi syarat tersebut, pernikahan tetap sah dan tidak perlu diulang.
📙 REFERENSI
وفى الباجورى، ج 2 ص 122-123، ما نصه:
(وليس لأقل الصداق حد معين في القلة، ولا لأكثره حد معين في الكثرة، بل الضابط في ذلك أن كل شيء صح جعله ثمنًا من عين أو منفعة، صح جعله صداقًا).
- إلى أن قال - (ويجوز أن يتزوجها على منفعة معلومة)، أي للمتعاقدين، ولا بد أن تكون مما يجوز الاستئجار لها، كتعليم فيه كلفة.
- إلى أن قال - (ومحل جواز تزوجها على المنفعة المعلومة إن كان الزوج يحسن تلك المنفعة، سواء التزمها في ذمته أو عقد على عينه، فإن لم يحسنها ففيه تفصيل، فإن التزمها في ذمته جاز، ويستأجر لها من يحسنها، وإن عقد على عينه لم يصح على الأصح لعجزه). اهـ
وفى بغية المسترشدين، ص 166، ما نصه:
(مسألة ش: يصح الاستئجار على القراءة عن الميت، ولو كان كافرًا، على الأوجه، عند رأس القبر أو مطلقًا، ويحمل عليه، وكذلك عن الحي بحضوره لانتفاعه بسماعه الذكر). اهـ
📚Dalam kitab Al-Bajuri, Jilid 2, Halaman 122-123, disebutkan:
"Tidak ada batasan minimum atau maksimum dalam jumlah mahar. Prinsipnya, segala sesuatu yang sah dijadikan sebagai harga, baik berupa benda maupun manfaat, dapat dijadikan sebagai mahar."
🔗Penjelasan:
- Seorang pria boleh menikahi seorang wanita dengan mahar berupa manfaat yang jelas, asalkan manfaat tersebut dapat disewakan, seperti pengajaran yang membutuhkan usaha.
- Jika suami memiliki keahlian dalam manfaat tersebut, maka ia boleh menjadikannya sebagai mahar, baik dengan menanggungnya dalam tanggungannya atau menyepakati akad atas dirinya sendiri.
- Jika suami tidak memiliki keahlian, maka ada dua kemungkinan:
1. Jika ia menanggung manfaat tersebut dalam tanggungannya, maka pernikahan tetap sah, dan ia bisa menyewa orang lain untuk melaksanakan manfaat tersebut.
2. Jika akad dilakukan atas dirinya sendiri, maka pernikahan tidak sah, karena ia tidak mampu melaksanakan manfaat tersebut.
📚Dalam kitab Bughyah Al-Mustarsyidin, Halaman 166, disebutkan:
"Diperbolehkan menyewa seseorang untuk membaca Al-Qur'an bagi orang yang telah meninggal, meskipun ia seorang non-Muslim, baik di dekat makamnya maupun secara umum. Hal ini juga berlaku bagi orang yang masih hidup, selama ia hadir dan dapat mengambil manfaat dari bacaan tersebut."
4 Mei 2025
Langit Dua Dunia
