📝 Pertanyaan: Apakah boleh beramal dengan pendapat lama tentang sahnya salat Jumat dengan empat orang atau tidak?
===================
🏷️Langit Dua Dunia
📝 صورة السؤال: هل يجوز العمل بالقول القديم في صحة الجمعة بأربعة أم لا؟
صورة الجواب: نعم يجوز العمل به في ذلك، وقد سئل العلامة جمال الدين بن محمد بن تقي الدين الحبيشي عن المسألة المذكورة، فأجاب بقوله:
إذا كان بعض الأربعين أميًا لم تنعقد بهم الجمعة، ولا إثم على القارئ في ترك الجمعة حينئذ، وإذا كان القراء دون الأربعين فقلدوا من يقول بصحة إقامة الجمعة بأربعة أو اثني عشر مثلًا بشروطه، وصلوا الجمعة بالتقليد المذكور، ثم أعادوا الظهر، كان حسنًا بل مندوبًا، على ما يؤخذ من كلام القاضي ومن تبعه.
وللإمام أبي عبدالله محمد بن إدريس الشافعي رحمه الله قولان قديمان، أحدهما أقلهم أربعة، حكاه عنه صاحب "التلخيص"، وحكاه في "شرح المهذب"، واختاره من أصحابه المزني، كما نقله عنه الأذرعي في "القوت"، وكفى به سلفًا في ترجيحه، فإنه من كبار أصحاب الشافعي ورواة كتبه الجديدة. وقد رجحه أيضًا أبو بكر بن المنذر كما نقله النووي في "شرح المهذب"، وقال به من الأئمة: أبو حنيفة، والثوري، والليث، وحُكي عن الأوزاعي، وأبي ثور، ومحمد بن الحسن الشيباني صاحب الإمام أبي حنيفة. وقال الحافظ السيوطي: وهو اختياري، الثاني أقلهم اثنا عشر.
والحاصل: أنه يسوغ التقليد للقديم في ذلك، فإنه قول للإمام نصره بعض أصحابه ورجحه.
وقولهم: ما ضعفه المجتهد من أقواله لا يُقلَّد فيه، محله في تقليده من حيث إنه قوله. أما تقليده من حيث إن بعض أصحابه رجحه، فيجوز، لأنه من هذه الحيثية وجه راجح، وإن كان من تلك الحيثية مرجوحًا.
قال الجمال الحبيشي: فإذا علم العامي أن يقلد بقلبه من يقول من أصحاب الشافعي بإقامتها بأربعة أو اثني عشر، فلا بأس بذلك، إذ لا عسر فيه. وإنما العسر حيث قلد مذهبًا آخر كمذهب أبي حنيفة ومالك، لأنه يحتاج أن يراعي مذهب المُقلَّد في الوضوء، والغسل، والطهارة عن النجاسة، وفيما يوجبه في الصلاة، وفي الخطبة، وإلا كانت صلاته باطلة، وهذا تعسر الإحاطة به، خصوصًا على العامي المُقلِّد للشافعي. ولذلك كان الأسهل له تقليد من يقول بذلك من أصحاب الشافعي، ترجيحًا للقول القديم.
والله سبحانه وتعالى أعلم.
📝 Pertanyaan: Apakah boleh beramal dengan pendapat lama tentang sahnya salat Jumat dengan empat orang atau tidak?
📝Jawaban: Ya, boleh beramal dengan pendapat tersebut. Telah ditanyakan kepada al-‘Allamah Jamaluddin bin Muhammad bin Taqiyuddin al-Habisyiy tentang masalah yang disebutkan, lalu beliau menjawab:
Apabila sebagian dari empat puluh orang adalah ummi (tidak bisa membaca), maka salat Jumat tidak sah dengan mereka, dan tidak berdosa bagi yang bisa membaca jika meninggalkan Jumat saat itu. Dan jika orang yang bisa membaca kurang dari empat puluh lalu mereka bertaklid kepada yang berpendapat sahnya pelaksanaan salat Jumat dengan empat atau dua belas orang misalnya, dengan syarat-syaratnya, lalu mereka melaksanakan salat Jumat dengan taklid tersebut kemudian mengulang salat Zuhur, maka hal itu baik bahkan dianjurkan, sebagaimana yang diambil dari ucapan al-Qadhi dan yang mengikutinya.
Imam Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullah memiliki dua pendapat lama, salah satunya menyatakan jumlah minimum adalah empat orang. Pendapat ini dinukil oleh penulis “At-Talkhis” dan juga dalam syarah “Al-Muhadzdzab”, dan dipilih oleh muridnya al-Muzani sebagaimana dinukil oleh al-Adzra’i dalam “Al-Qut”, dan cukup sebagai pendahulu dalam menguatkan pendapat itu, karena dia termasuk murid besar Imam Syafi’i dan perawi kitab-kitab barunya. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Abu Bakr bin al-Mundzir sebagaimana dinukil oleh an-Nawawi dalam syarah “Al-Muhadzdzab”.
Di antara imam-imam lain yang berpendapat demikian adalah Abu Hanifah, ats-Tsauri, al-Laits, dan dinukil dari al-Auza’i, Abu Tsaur, dan Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibani murid Imam Abu Hanifah. Al-Hafizh as-Suyuthi berkata: "Ini adalah pilihan saya, yang kedua adalah jumlah minimum dua belas orang."
Kesimpulannya, diperbolehkan bertaklid kepada pendapat lama dalam hal ini karena itu merupakan pendapat Imam yang telah dikuatkan oleh sebagian muridnya dan dipilih. Adapun ucapan mereka bahwa pendapat Imam yang telah didhaifkan oleh para mujtahid tidak boleh ditaklidi, itu benar dari segi bahwa itu adalah pendapatnya.
Namun taklid kepadanya dari sisi bahwa sebagian muridnya telah menguatkannya maka boleh, karena dari sisi ini itu adalah wajah yang kuat, walaupun dari sisi lain dianggap lemah.
Al-Jamal al-Habisyiy berkata: Apabila orang awam mengetahui bahwa ia boleh bertaklid dalam hatinya kepada siapa pun dari murid-murid Imam Syafi’i yang berpendapat bahwa salat Jumat sah dengan empat atau dua belas orang, maka hal itu tidak mengapa, karena tidak ada kesulitan dalam hal itu. Kesulitan terjadi jika ia bertaklid kepada mazhab lain seperti mazhab Abu Hanifah dan Malik, karena ia harus memperhatikan mazhab orang yang diikutinya dalam wudu, mandi, bersuci dari najis, apa yang diwajibkan dalam salat dan khutbah, jika tidak maka salatnya batal. Dan ini sulit dipahami, khususnya bagi orang awam yang bertaklid kepada Syafi’i.
Oleh karena itu, yang paling mudah baginya adalah bertaklid kepada siapa pun dari murid-murid Syafi’i yang berpendapat demikian dengan menguatkan pendapat lama.
Dan Allah Subhanahu wa Ta‘ala lebih mengetahui.
14 Juli 2025
Langit Dua Dunia
