uqudul lujen

 📚 bismillah 📚


kajian deresan bersama 

🔰 kitab syarah 'uqudul lujen 🔰


💠 prat 21 💠


🔹Kebanyakan Orang Fakir itu Ahli Surga 🔹


 (وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَطْلَعْتُ) بِتَشْدِيدِ الطَّاءِ الْمُهْمَلَةِ( فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الفُقَرَاءَ ) وَلَيْسَ هَذَا يُوجِبُ فَضْلَ الْفَقِيْرِ عَلَى الْغَنِيِّ، وَإِنَّمَا مَعْنَاهُ أَنَّ الْفُقَرَاءَ فِي الْجَنَّةِ أَكْثَرُ مِنَ الْأَغْنِيَاءِ فَأُخْبِرَ عَنْ ذَلِكَ كَمَا تَقُوْلُ أَكْثَرُ أَهْلِ الدُّنْيَا الْفُقَرَاءُ إِخْبَارًا عَنِ الْحَالِ، وَلَيْسَ الْفَقْرُ أَدْخَلَهُمُ الْجَنَّةَ، وَإِنَّمَا دَخَلُوا بِصَلَاحِهِمْ مَعَ الْفَقْرِ، فَإِنَّ الْفَقِيرَ إِذَا لَمْ يَكُنْ صَالِحًا لَا يَفْضُلُ، قَالَ الْعَزِيزِيُّ: وَظَاهِرُ الْحَدِيثِ تَحْرِيضُ عَلَى تَرْكِ التَّوَسُعِ مِنَ الدُّنْيَا، كَمَا أَنَّ فِيْهِ تَحْرِيضُ النِّسَاءِ عَلَى الْمُحَافِظَةِ عَلَى أَمْرِ الدِّيْنِ لِتَلَا يَدْخُلْنَ النَّارَ كَمَا قَالَ: (وَاطَّلَعْتُ في النَّارِ) أَيْ نَارِ جَهَنَّمَ أَيْ عَلَيْهَا فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ). رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَمُسْلِمُ وَالتَّرْمُذِيُّ عَنْ أَنَسٍ، وَالْبُخَارِيُّ وَالتَّرْمُنِي عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنِ 


✍️ harfiah


Rosulullah saw  bersabda  (Aku di perlihatkan ke adaan dalam syurga, aku melihat kebanyakan penduduk syurga adalah dari golongan Fakir)


👉Hadits ini bukan berarti menunjukkan ke utamaannya orang fakir diatas orang kaya


 👉makna yang sesungguyhnya, bahwasanya orang -orang fakir di dalam surga itu lebih banyak dari pada orang kaya, maka di khabarkan tentang hal tersebut sebagaimana kamu mengatakan  bahwa kebanyakan penduduk dunia itu adalah orang fakir keadaannya, dan ini bukan berarti fakir bisa memasukkan mereka ke dalam ssurga, sesungguhnya mereka masuk surga itu karena kesholihan mereka yang di sertai kondisi fakir, orang fakir jika tidak sholih ya tidak ada kelebihan, Al-'Azizi berkata "dzohirnmya hadits ini adalah: "Menyuruh untuk meninggalkan berhura-hura dari dunia, Sebagaimana ddi situ di suruhnya  kaum wanita untuk menjaga perkara agama agar supaya mereka tidak masuk neraka. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw (Dan aku di perlihatkan keadaan dalam neraka, (yakni neraka jahanam) aku melihat kebanyakan pengisinya adalah wanita (HR Imam Ahmad, Muslim dan Turmudzi dari Anas juga di riwayatkan oleh Bukhori dan Turmudzi dari Imron bin Husain)


🔹Penyebab Banyaknya Perempuan Masuk Neraka 🔹


( وَذَلِكَ) أَيْ كَثْرَةُ دُخُولِ النِّسَاءِ فِي النَّارِ لِقِلَّةِ طَاعَتِهِنَّ اللَّهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلَأَزْوَاجِهِنَّ وَكَثْرَةِ تَبَرُّجِهِنَّ وَلِأَنَّ كُفْرَانَ الْعَشِيْرِ وَتَرْكَ الصَّبْرِ عِنْدَ الْبَلَاءِ فِيهِنَّ أَكْثَرُ وَالتَبَرُّجُ هُوَ إِذَا أَرَادَتْ الْخُرُوجَ مِنْ بَيْتِهَا لَبِسَتْ أَفْخَرَ ثِيَابِهَا ) أي أَعْظَمِهَا وَتَجَمَّلَتْ) أَي تَزَيِّنَتْ (وَتَحَسَّنَتْ) أَي اجْتَلَبَتِ الْإِضَاءَةَ وَخَرَجَتْ تُفْتِنُ النَّاسَ أَي تَسْتَمِيلُهُمْ بِنَفْسِهَا، فَإِنْ سَلِمَتْ فِي نَفْسِهَا لَمْ يُسَلَّمِ النَّاسُ مِنْهَا. وَلِهِذَا أَي لِعَدَمِ سَلَامَةِ النَّاسِ مِنْهَا



✍️  Demikian (banyak wanita yang masuk neraka) karena sedikit taat mereka kepada Allah dan rosul-Nya, dan kepada suami mereka. dan banyak tabarrujnya. Dan karena kekufuran perempuan kepada laki-laki yang mempergauli juga meninggalkan sabar dari ujian bala yang terjadi pada perempuan itu paling banyak 


👉 Tabarruj itu ketika seorang wanita akan keluar rumah, ia mengenakan pakaian yang paling bagus, ia berhias dan menggunakan perhiasan dan mempercantik diri dan keluar dengan menebar fitnah pada manusia (mengundang perhatian banyak orang atas kecantikannya, pakaiannya, perhiasannya dll) Jika ia selamat akan dirinya, belum tentu manusia selamat dari fitnahnya


🔹Wanita Itu Aurat 🔹


(قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ) أَيْ يَسْتَقْبِحُ ظُهُورُهَا لِلرِّجَالِ فَإِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا أَي خَدْرِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ أَي رَفَعَ بَصَرَهُ إِلَيْهَا، فَيُوْقِعُ فِي الْفِتْنَةِ أَوِ الْمُرَادُ شَيْطَانُ الْإِنْسِ، سُمِّيَ بِهِ عَلَى التَّشْبِيْهِ (وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ الْمَرْأَةُ مِنَ اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي بَيْتِهَا، وَفِي رِوَايَةِ الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ) أَيْ غَيْرُ وَثِيقَةٍ بِهَا فَسَادٌ كَبِيرٌ (فَاحْبِسُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا خَرَجَتْ الطَّرِيقَ أَي خَرَجَتْ مِنْ خَدْرِهَا وَأَرَادَتْ أَنْ تَسْلَكَ الطَّرِيقَ (قَالَ لَهَا أَهْلُهَا أَيْنَ تُرِيدِينَ ، قَالَتْ: أَعُوْدُ مَرِيضًا وَأَشِيعُ جَنَازَةً، فَلَا يَزَالُ بِهَا الشَّيْطَانُ حَتَّى تُخْرِجَ ذِرَاعَهَا، وَمَا الْتَمَسَتْ) أَيْ طَلَبَتْ الْمَرْأَةُ وَجْهَ اللَّهِ) أَيْ رِضَاهُ بِمِثْلٍ أَنْ تَقْعُدَ فِي بَيْتِهَا وَتَعْبُدَ رَبَّهَا وَتُطِيعَ بَعْلَهَا أَي زَوْجَهَا


✍️  Nabi SAW bersabda Wanita adalah aurut, (yakni tidak baik kehadirannya perempuan kepada kaum lelaki)


👉jadi ketika ia keluar dari rumahnya (yaitu dari penutupnya) maka mengelu-elukan syetan padanya  (maksudnya syetan itu memandang tajamkan matanya kepada perempuan tersebut lalu ,  kemudian ia membuatnya ke dalam fitnah, atau yang di maksudkannya adalah syetan manusia, dinamakan dengan nama ini karena menyerupainya)  Dan sedekat-dekatnya jarak antara seorang istri dan Allah ialah berada dalam rumahnya


✍️Dan dalam satu riwayat  Perempuan itu aurat (yakni tidak bisa di percaya dengan adanya perempuan apa kerusakan yang besar) maka tahanlah mereka untuk tidak keluar rumah, maka sesungguhnya seorang istri jika ia keluar rumah, (yakni ia keluar dari penutupnya dan hendak meniti jalan) dan keluarganya bertanya padanya 


"Kemana engkau hendak pergi ?" 


ia menjawab: Aku akan menengok yang sedang sakit, atau Aku akan melayat jenazah. Maka tak henti-hentinya syetan merayu sehingga terbuka dziro' nya. Bagi seorang istri tidak ada yang ia lakukan untuk mencari ridh Allah kecuali ia mendiami rumahnya dan beribadah kepada tuhannya dan menta'ati suaminya...


🔹Istri Sholiha Itu Seperti Tiang Dalam Agama 🔹


وَكَانَ حَاتِمُ الْأَصَمِ يَقُولُ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ عِمَادُ الدِّينِ وَعِمَارَةُ الْبَيْتِ وَعَوْنُ عَلَى الطَّاعَةِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُخَالَفَةُ تَذِيبُ قَلْبَ صَاحِبِهَا وَهِيَ ضَاحِكَةٌ، وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍ يَقُولُ: "عَلَامَةُ كَوْنِ الْمَرْأَةِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ أَنْ تَضْحَكَ لِزَوْجِهَا إِذَا أَقْبَلَ، وَتَخَوْنُهُ إِذَا أَدْبَرَ". وَكَانَ حَاتِمُ الْأَصَمِ يَقُولُ: " مِنْ عَلَامَةِ الْمَرْأَةِ الصَّالِحَةِ أَنْ يَكُونَ حُبُّهَا مُخَافَةَ اللَّهِ، وَعِنَاهَا الْقَنَاعَةُ بِقِسْمَةِ اللَّهِ وَحُلِيُّهَا السَّخَاوَةُ بِمَا تَمْلِكُ، وَعِبَادَتُهَا حُسْنُ خِدْمَةِ الزَّوْجِ، وَهِمَّتُهَا الْإِسْتِعْدَادُ لِلْمَوْتِ 


✍️ harfiah


Berkata Hatim Al-Ashom Istri yang sholihah laksana tiang dalam agama dan pemakmur rumahnya (dengen menta'ati suaminya) dan bisa menolang dalam keta'atan. Berkata Abdullah bin Umar: Adapun Tandanya seorang istri yang jadi ahli neraka adalah: istri tersebut ia bisa membuat suaminya tersenyum (bermanis-manis didepan suami) namun di belakang suami ia berkhianat. Berkata Hatim Al-Ashom: Sebagian dari tanda istri sholihah adalah jika kecintaannya ia tempatkan pada takut kepada Allah. Dan kekayaannya adalah qona'ah. Dan perhiasannya adalah murah hati dengan apa yang ia miliki. Dan ibadahnya adalah melayani suami dengan sebaik-baiknya. Dan Adapun Tujuan dari semua itu adalah ia jadikan bekal menghadapi kematian 


🔹Termasuk dari Dosa Besarnya Seorang Perempuan 🔹


 وَمِنَ الْكَبَائِرِ، أَي كَبَائِرُ الذُّنُوبِ ( خُرُوجُ الْمَرْأَةِ المُمُزَوَجَةِ مِنْ بَيْتِهَا أَي مَحَلٍ إِقَامَتِهَا بِغَيْرِ إِذْنِهِ، وَلَوْ لِمَوْتِ أَحَدٍ أَبَوَيْهَا) أَيْ لَأَجْلِ جَنَازَتِهِ


Sebagian dari dosa besar adalah keluarnya seorang istri yang sudah bersuami dari rumah tanpa izin suaminya, walaupun di sebabkan karena wafatnya salah satu orangtuanya, yakni karena mau melihat jenazahnya


🔹Dosa Bapaknya Di ampuni Karena Ta'atnya Istri Kepada Suami 🔹


( وَفِي الإِحْيَاءِ) لِلْغَزَالِي رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى خَرَجَ رَجُلٌ فِي سَفَرِهِ وَعَهِدَ بِكَسْرِ الْهَاءِ أَيْ أَوْصَى إِلَى امْرَأَتِهِ أَنْ لَا تَنْزِلَ مِنَ الْعُلُو إِلَى السُّفْلِ، وَكَانَ أَبُوهَا فِي الْأَسْفَلِ فَمَرِضَ أَي الْأَبُ (فَأَرْسَلَتْ الْمَرْأَةُ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْتَأْذِنُ فِي النُّزُولِ إِلَى أَبِيْهَا) أي لِعِيَادَتِهِ (فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَطِيعِي زَوْجَكِ ") أَي وَلَا تَنْزِلِي (فَمَاتَ) أَيْ الْأَبُ (فَاسْتَأْذَنَتْ) أَيْ رَسُولَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النُّزُوْلِ لِأَجْلِ شُهُودِ جَنَازَتِهِ (فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَطِيعِي زَوْجَكِ " ) فِي عَدَمِ النُّزُولِ (فَدُفِنَ أَبُوْهَا، فَأَرْسَلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهَا أَي الْمَرْأَةُ يُخْبِرُهَا أَنَّ اللهَ تَعَالَى قَدْ غَفَرَ لَأَبِيْهَا بِطَاعَتِهَا لزوجها 


Imam Al-Ghozali menuturkan dalam kitab Ihya  (tersebutlah sebuah keluarga pada zaman rosulullah saw ) seorang suami akan melakukan perjalanan dan ia berwasiat pada istrinya untuk tidak turun dari lantai atas ke lantai bawah yang mana orang tua si istri ini mendiami lantai bawah. Dalam ke adaan suami masih dalam perjalanannya si ayah wanita ini sakit, ia ingin menjenguk ayahnya namun ia tidak berani melanggar wasiat suaminya, akhirnya ia mengirim utusan kepada rosulullah untuk mohon di izinkan turun guna menengok orang tuanya, 


Maka bersabda  Rosulaloh  saw  "Ta'atilah suamimu". (maksudnya  Kamu jangan turun) ,Kemudian wafatlah orang tuanya, dan wanita ini ingin menyaksikan jenazah orangtuanya untuk yang terakhir kalinya, kemudian ia mengutus utusan kepada rosulullah untuk memohonkan izin guna melihat jenazah orangtuanya, Nabi bersabda: "Ta'atilah suamimu".  Maka di kuburkanlah orangtuanya, Tak lama Rosulullah mengirim utusan yang memberi kabar kepada wanita ini, Bahwa  Allah SWT telah mengampuni dosa orang tuanya dengan sebab keta'atannya kepada suaminya


🔹Wasiat Ibu Kepada Putrinya 🔹


 فَائِدَةً: أَوْصَتْ امْرَأَةً بِنْتَهَا، فَقَالَتْ: إِحْفَظِي لِزَوْجِكِ خِصَالًا عَشْرًا يَكُنْ لَكِ ذُخْرًا، الْأَوَّلُ وَالثَّانِيَّةُ الْقَنَاعَةُ وَحُسْنُ السَّمْعِ لَهُ وَالطَّاعَةُ، وَالثَّالِثَةُ وَالرَّابِعَةُ: التَّفَقُدُ لِمَوَاقِعِ عَيْنِهِ وَأَنْفِهِ، فَلَا تَقَعُ عَيْنَهُ مِنْكِ عَلَى قَبِيحِ، وَلَا يَشُمُّ أَنْفَهُ مِنْكِ إِلَّا طَيِّبَ الرَّيْحِ، وَالْخَامِسَةُ وَالسَّادِسَةُ التَّفَقْدُ لِوَقْتِ طَعَامِهِ وَمَنَامِهِ، فَإِنَّ شَدَّةَ الْجُوعِ مُلْهِبَةٌ، وَتَنْغِصُ النَّوْمِ مَغْضُبَةٌ. وَالسَّابِعَةُ وَالثَّامِنَةُ الْإِحْرَازُ لِمَالِهِ وَالرَّعَايَةِ إِلَى حَشَمِهِ وَعِيَالِهِ، وَالتَّاسِعَةُ وَالْعَاشِرَةُ: لَا تَعْصِينَ لَهُ أَمْرًا وَلَا تُفْشِينَ لَهُ سِرًّا، فَإِنَّكِ إِنْ خَالَفْتِ أَمْرَهُ أَوْعِرْتِ صَدْرَهُ، وَإِنْ أَفْشِيْتِ سِرَّهُ لَمْ تَأْمَنِي غَدْرَهُ، وَإِيَّاكَ ثُمَّ إِيَّاكِ وَالْفَرْحَ بَيْنَ يَدَيْهِ إِذَا كَانَ مُهْتِمًا، وَالْكَابَةَ لَدَيْهِ إِنْ كَانَ فَرْحًا.


✍️harfiah


 Ini adalah Suatu Faidah Dengan kejadian tersebut wanita inipun berwasiat kepada puterinya maka ia berkata  "Peliharalah sepuluh perkara yang menjadi hak suamimu, niscaya itu akan jadi bekal kebaikan buatmu. 


👉1. Qona'ah 

👉2. mendengar baik-baik ucapan suami serta ta'atilah

👉 3. Perhatikan dan periksalah penglihaatn dan penciuman suamimu

👉4. Jangan biarkan suami memandangmu dengan pandangan tidak suka ,Dan jangan biarkan suamimu ketika ia mencium aromamu kecuali harum


👉 5. Periksa dan perhatikan waktu makan suamimu 

👉6. Periksa dan perhatikan waktu tidur suamimu

👉7. Menjaga harta suami 

👉 8. dan jangan berbuat tidak senonoh terhadap suami dan keluarga suami

👉9. Jangan bantah perkataannya 


👉10.dan jangan bicarakan apa yang jadi rahasiannya


Sungguh jika engkau melawan perintahnya dan ada rasa cemburu di dadanya juga membicarakan rahasianya.... Maka engkau jangan merasa aman karena telah berkhianat paadanya. sedang Jagalah...Jagalah berikan kebahagian ketika ia bersedih/bingung/terpuruk. Dan berilah masukan (agar tidak berlebihan) ketika ia sedang gembira


🔹 Istri Keluar Rumah Sementara Suami Tidak Suka🔹


 وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا وَزَوْجُهَا كَارِهُ) بِأَنْ لَمْ يَرْضَ عَنْهَا فِي خُرُوْجِهَا لَعَنَهَا كُلُّ مَلَكٍ فِي السَّمَاءِ وَكُلُّ شَيْءٍ مَرَّتْ عَلَيْهِ غَيْرُ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ حَتَّى تَرْجِعَ أَوْ تَتُوْبَ 


✍️Dan Nabi saw  bersabda Sungguh seorang istri jika ia keluar rumah dae suaminya tidak suka hal itu (yakni keluar tanpa izin serta ridho suami). para malaikat melaknatnya dan setiap perkara yang ia lewati selain jin manusia, sehingga ia kembali dan bertaubat


pen 

sumangga


wallohu'alam bishowwab

Posting Komentar

Harap berkomentar yang bisa mendidik dan menambah ilmu kepada kami

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler