📚 Bismillah📚
Kajian Tanya Jawab
Deretan Kajian Ke 3️⃣1️⃣
Dari Kajian Kitab Ke 4️⃣1️⃣
Pengisi ; Kang sullam M
🔸Part ke 19🔸
♻️mas'alah ke 23 ♻️
ALLAH BERJASAD ? AKIDAHH MUAJASSIM YANG TERANG TERANGAN BERKEDOK SALAF
💠Jawaban 💠
Simak penjelasanyah
Akidah ahlusunnah waljamaah secara jelas dan terang tidak seperti yang di ucapkan Wahabi yang terang akidahnya adalah mujassimah musyabihah, yang kemudian men yandarkan pada pemahaman salaf
Orang2 seperti ini ,dan juga yang di ikuti oleh akidah Wahabi , sering kali mengatakan , kita imani saja ,jangan di pikirkan tangan Allah ,mata Allah ,kaki Allah , badan Allah itu seperti makhluk , Allah tidak serupa dengan makhluknya , itu pikiran kalian saja yang menyamakan Allah dengan makhluk
👉 Jelas perkataan diatas 👆 adalah BATIL DAN SESAT , karena perkataan diatas itu menutupi pemahaman tajsimnya hanya dengan narasi narasi yang kontradiksi antara perkataan "tidak menyamakan Allah dengan makhluk" tapi di sisi lain mereka menyebutkan Allah berjisim , ini tanaqut akidahnya
IMAM NAWAWI Rahimahullah mengatakan 👇
وهذا كقول المجسمة : جسم لا كالأجسام
Ini seperti perkataan kaum Mujassimah : Dia jism tidak seperti jism lainya
Syarah Shahih Muslim Jilid 16, Halaman 166
IMAM ADZ-DZAHABI Rahimahullah mengatakan
ومن بدع الكرامية قولهم في المعبود تعالى : إنه جسم لا كالأجسام.
.
Dan diantara Bid'ah kelompok Karramiyah adalah pernyataan mereka terhadap ALLAH Ta'ala : Bahwa Dia jisim tidak seperti jisim lainya.
.
[Mizanul I'tidal : Jilid 4, Halaman 21]
✅IMAM IBNU HIMAM Rahimahullah mengatakan :
وان قال جسم لا كالاجسام فهو مبتدع
Jika ada yang berkata ALLAH jisim tidak seperti jisim lainya maka dia Ahli Bid'ah.
Syarah Fathul Qadir : Jilid 1, Halaman 360
👉Berkata Imam Ahmad Ibnu Hambali RA:
“Barangsiapa yang berkata bahwa Allah itu jisim tapi tidak seperti jisim jisim lainya maka dia kufur”
(Diriwayatkan oleh al Imam Badruddin az Zarkasyi dalam kitab Tasynif al Masaami’ Syarh Jam’i al Jawami’)
💠Penjelasan 👇💠
Al Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang mujtahid muthlaq pendiri madzhab Hambali. Beliau diklaim sebagai imam kelompok Wahhabi, padahal Aqidah mereka berbeda dengan Aqidah Imam Ahmad.
Al Imam Ahmad bin Hanbal mengkafirkan orang yang meyakini bahwa Allah itu berupa jisim (al Mujassim).
Termasuk al mujassim adalah orang yang meyakini Allah berjasad , bertempat di suatu tempat, duduk secara bi dzatihi ,tinggi secara fisik
Al Imam Ahmad juga mengkafirkan orang yang meyakini bahwa Allah itu jisim tapi tidak seperti jisim lainya
✔️Karena dalam perkataan ini ada kontradiksi (tanaqudl). Tidak ada faidah perkataan “tidak seperti jisim” setelah menetapkan bahwa “Allah itu jisim” seperti ucapan yang wahabi sering katakan , Allah berjasad ,punya mata ,tangan ,kaki ,ber- organ ,tapi juga mereka mengatakan Allah tidak serupa dengan makhluk , tentu ini ditentang oleh imam Ahmad karena seperti mengatakan Allah berjisim tapi beda dengan jisim lainya 👆
☝️Perkataan seperti ini seperti perkataan seseorang : Allah itu bodoh tidak seperti orang-orang bodoh, Allah itu dzalim tidak seperti orang-orang dzalim
☝️Perkataan tersebut berbeda dengan perkataan: lillahi yadun laa kaaidina, lillahi wajhun la kawajhina
✍️Karena jisim hanya memiliki satu makna yang tidak layak bagi Allah, sebagaimana bodoh dan dzalim. Sementara yad dan wajh memiliki banyak makna, yang sebagian layak bagi Allah dan sebagian tidak layak bagi-Nya.
Imam Abu Hanifah, ia berkata 👇
وصفاته كلها بخلاف صفات المخلوقين ... وهو شيء لا كالأشياء ومعنى الشيء إثباته تعالى بلا جسم ولا جوهر ولا عرض ولا حد له ولا ند له ولا مثل له.
“Sifat-sifat Allah seluruhnya berbeda dengan sifat-sifat makhluk. ... Allah adalah sesuatu yang berbeda dengan segala sesuatu yang lain. Makna sesuatu yang berbeda ini adalah menetapkan Allah Ta’ala tidak berupa jism, unsur pembentuk jism (jauhar), sifat-sifat jism (‘aradl), tak punya batasan fisikal, tak punya saingan, tak punya sesuatu yang menyerupainya.”
kitab al-Fiqh al-Akbar, hlm. 2
Imam Syafi’i sebagaimana dinukil oleh Imam as-Suyuthi menyatakan:
لَا يُكَفَّرُ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْقِبْلَةِ وَاسْتُثْنِيَ مِنْ ذَلِكَ: الْمُجَسِّمُ، وَمُنْكِرُ عِلْمِ الْجُزْئِيَّاتِ
“Tidak boleh ada seorang pun ahli kiblat yang di kafirkan kecuali kaum mujassimah (kaum yang menyatakan Allah adalah jism) dan orang-orang yang mengingkari ilmu Allah atas detail-detail kejadian.”
kitab al-Asybah wan-Nadha’ir, hlm. 488
Syaikh Ibnu Hajar al-Haitami secara ringkas mengutip aqidah keempat imam mazhab dalam hal ini sebagai berikut 👇
واعلم أن القرافي وغيره حكوا عى الشافعي ومالك وأحمد وأبي حنيفة القول بكفر القائلين بالجهة والتجسيم وهم حقيقون بذلك
“Dan ketahuilah bahwa Imam al-Qarafi menukil dari Imam Syafi’i, Malik, Ahmad dan Abu Hanifah pernyataan tentang kafirnya orang-orang yang berkata bahwa Allah ada dalam arah tertentu dan berupa JISIM . Dan, mereka serius dengan itu.” (Ibnu Hajar al-Haitami, al-Minhâj al-Qawîm Syarh al-Muqaddimah al-Hadramiyah, hlm. 144)
👉Imam Abu Bakar al-Isma’ili yang hidup di abad ke-IV hijriyah menegaskan aqidah para imam ahli hadis dalam kitabnya yang berjudul I’tiqâd A’immat al-Hadîts (Aqidah para imam hadits) sebagai berikut 👇
ولا يعتقد فيه الأعضاء، والجوارح، ولا الطول والعرض، والغلظ، والدقة، ونحو هذا مما يكون مثله في الخلق، وأنه ليس كمثله شيء تبارك وجه ربنا ذو الجلال والإكرام.
“Tak boleh diyakini bahwa Dzat Allah berupa organ kepala dan badan (a’dlâ’) dan organ tangan dan kaki (jawârih), tidak juga [sesuatu yang punya] panjang, lebar, tebal, tipis dan apa pun yang ada pada diri makhluk. Dan, [harus diyakini] bahwa sesungguhnya tidak ada satu pun yang serupa dengan Allah. Maha Suci Tuhan kita yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.” (Abu Bakar al-Isma’ili, I’tiqâd A’immat al-Hadîts, hlm. 51-52).
👉 alasan ulama mengatakan Allah bukan jism seperti diutarakan Syaikh Mulla Ali al-Qari al-Hanafi, seorang pakar hadis terkemuka, berikut ini
لأن الجسم متركب ومتحيز وذلك أمارة الحدوث
“karena jism adalah sesuatu yang tersusun dan punya batasan fisik, dan itu adalah tanda-tanda kebaruan (ada yang merancangnya menjadi demikian).” (Mulla Ali al-Qari, Syarh Fiqh al-Akbar, hlm. 65)
IMAM IZZUDDIN BIN ADISSALAM Rahimahullah mengatakan
و يتستر بمذهب السلف، ومذهب السلف إنما هو التوحيد والتنـزيه دون التجسيم والتشيبه. فيهم كما قال القائل : "وكل يدعي وصلا لليلى وليلى لا تقر لهم بذاك".
Mereka (Mujassimah) membungkus diri dengan mengaku pengikut salaf, padahal madzhab salaf dalam Tauhid itu tanzih, bukan tajsim dan tasybih. Sehingga pengakuan mereka ini laksana ungkapan syair : "Bahwa semua mengaku punya hubungan dengan Laila, Namun Laila memungkiri itu".
Kitab Rasail Fii At-Tauhid : Halaman 17
✍️ Secara jelas ulama salaf tidak ada yg memahami Allah memiliki jisim seperti akidah dan pemahaman Wahabi , mujassimah dan musyabihah
Wallahu'alam bishawab
