Definisi hadits dloif, dan penjelasannya
الضعيف
الضعيف لغة : من الضعف - بضم الضاد وفتحها - ضد القوة ، واصطلاحا : هو الحديث الذي لم تجتمع فيه صفات الصحيح ولا صفات الحسن .
ويقال له : المردود .
مثاله :
حديث : "أن النبي له توضأ ومسح على الجوربين" فهذا ضعيف ، لأنه يروى عن أبي قيس الأودي وهو ضعيف .
أقسامه :
اختلف العلماء في تقسيمه ، فأوصله بعضهم إلى (۸۱) قسماً ، وبعضهم إلى ( ٤٩ ) وبعضهم إلى ( ٤٢ ) .
ولكن كل هذه التقسيمات لا تفيد طائلاً ، فقد قال ابن حجر : "إن ذلك تعب ، وليس وراءه أرب ، على أن هؤلاء الذين اختلفوا في تقسيمه لم يسموا لنا من أنواعه إلا قليلاً ، ولم يخصصوا لكل حالة من حالات الضعف اسماً معيناً".
حكمه :
الحديث الضعيف لا يجوز الاحتجاج به في العقائد والأحكام ، ويجوز العمل به في الفضائل والترغيب والترهيب وذكر المناقب ، بشروط مفصلة في مواضعها .
[السيد محمد بن علوي المالكي، قواعد الأساسية في علم مصطلح الحديث، صفحة ١٩-٢٠].
Secara bahasa:
Kata da‘if (الضعيف) berasal dari da‘f (الضعف) -dengan dad berharakat dammah atau fathah- yang berarti lawan dari kuat.
Secara istilah:
Hadis da‘if adalah hadis yang tidak terpenuhi padanya sifat-sifat hadis sahih maupun hadis hasan.
Hadis ini juga disebut “al-mardud”.
Contohnya:
Hadis:
"Bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berwudu dan mengusap dua kaus kakinya (الجوربين).”
Hadis ini lemah, karena diriwayatkan melalui Abu Qays al-Awdi, dan dia adalah perawi yang lemah.
Pembagiannya:
Para ulama berbeda pendapat dalam membagi hadis da'if:
Sebagian membaginya menjadi 81 jenis, Sebagian menjadi 49 jenis, Sebagian lagi menjadi 42 jenis.
Namun, semua pembagian ini tidak banyak memberi faedah. Ibn hajar berkata:
"Sesungguhnya hal itu hanyalah keletihan yang tidak memberi hasil; karena para ulama yang berbeda dalam pembagian itu pun tidak menyebutkan kecuali sedikit dari jenis-jenisnya, dan mereka tidak memberi nama tertentu untuk setiap keadaan dari kelemahan itu.”
Hukumnya:
Hadis da'if tidak boleh dijadikan hujjah dalam masalah akidah maupun hukum,
tetapi boleh diamalkan dalam hal keutamaan amal, anjuran dan peringatan (targhib wa tarhib), serta penyebutan keutamaan orang atau perbuatan tertentu,
dengan syarat-syarat yang dijelaskan secara rinci dalam tempatnya (kitab kitab ilmu hadits).
