*❖❀~ ʜᴀꜱɪʟ ᴋᴇᴘᴜᴛᴜꜱᴀɴ ʙᴍ ɢʀᴜᴘ ᴘɪᴀ & ᴍᴀꜱQᴏᴘᴇʀ ~❀❖*
__________________
*📌Urutan No : 1️⃣3️⃣*
*📔JUDUL : Mencuci Di Mesin Cuci
*🇲🇨PENANYA*: Fulan...
HUKUM MENCUCI PAKAI MESIN CUCI....SUCIKAH ❓
*📝DESKRIPSI:*
Muti'ah adalah seorang gadis yang rajin . Setiap pagi pekerjaannya mencuci baju punya keluarganya dengan cara "ala apa adanya". Suatu ketika saat ulang tahunnya, Ayahnya memberi hadiah mesin Cuci pada Muti'ah. Akhirnya dia mencuci baju keluarganya dengan mesin cuci tersebut dalam keadaan Mutanajjis, tanpa panjang lebar setelah di keluarkan dari mesin cuci, pakaian tesebut langsung di jemur.
*❓PERTANYAAN:*
Sucikah baju tersebut setelah keluar dari mesin cuci. Sedangkan baju yang dicuci ada mutanajjis ?
*✔️JAWABAN:*
Pakaian yang kena najis jika dicuci dengan menggunakan mesin cuci, maka hukumnya suci jika memenuhi persyaratan mensucikan najis antara lain :
a. Menggunakan air suci mensucikan
b. Najisnya sudah menjadi najis hukmiyah
c. Pakaian dimasukan dahulu kemudian tuangkan air secara merata tanpa menggunakan sabun
d. Air tidak berubah sifat-sifatnya.
*📚Referensi :*
*📚 المعتمد - ج ١ ص ٤٧-٤٨*
ويكفي في تطهير المتنجس ان يغسل مرة واحدة بماء طاهر مطهر بأن يجري الماء على المحل ويسيل عليه بحيث يصل الماء الى المحل ويجب ازالة الطعم وان عسر لان بقاؤه يدل على بقاء العين ويجب محاولة ازالة اللون والرائحة، لكن لا يضر بقاء اللون الخفيف في الدم مثلا، او بقاء الريح الخفيف في الخمر اذا عسر زوالهما، فإن بقي اللون والرائحة معا لم يطهر المحل ولا يشترط العصر في المحل الذي يمكن عصره في الاصح ويسن الاستعانة بصابون ونحوه لإزالة النجاسة ويندب ان يغسل المحل مرة ثانية وثالثة بعد طهره بالاولى
Artinya : Dan cukup mensucikan barang yang terkena najis dibasuh sekali saja dengan air yang suci sekaligus mensucikan dengan cara mengalirkan pada tempat (najis), dan mengalir sampai sekiranya sampai pada tempat (najis). Dan wajib menghilangkan rasa (najis) meskipun sulit, karena tetapnya rasa menunjukkan tetapnya 'ain (najis). Dan wajib berusaha menghilangkan warna dan baunya, tetapi tidak mengapa tetapnya warna yang sedikit misalnya pada darah, atau tetapnya bau yang sedikit pada khomer apabila keduanya sulit untuk dihilangkan. Maka apabila bau dan warna tetap ada secara bersamaan, maka tidak suci tempat tersebut. Di dalam Qoul Ashoh, tidak disyaratkan memeras tempat (najis) yang memungkinkan untuk memerasnya. Dan disunahkan menggunakan sabun dan seumpanya untuk menghilangkan najis, dan disunahkan membasuh tempat najis dengan basuhan kedua dan ketiga kalinya setelah pensucian pada basuhan pertama.
*📚 مغني المحتاج - ج ١ ص ٨٦*
( ويشترط ورود الماء ) على المحل إن كان قليلا في الأصح لئلا يتنجس الماء لو عكس لما علم مما سلف أنه ينجس بمجرد وقوع النجاسة فيه والثاني وهو قول ابن سريج لا يشترط لأنه إذا قصد بالغمس في الماء القليل إزالة النجاسة طهر كما لو كان الماء واردا بخلاف ما إذا ألقته الريح
Artinya : Berdasar qoul Ashoh ketika mensucikan benda atau tempat, jika air tersebut kurang dari 2 kullah, maka di syaratkan air tersebut di siramkan ke tempat / bagian yang terkena najis agar air tersebut tidak menjadi air mutanajjis, (karena jika) dibalik, air yang kurang 2 kullah tersebut akan menjadi mutanajjis disebabkan air tersebut kejatuhan najis.
Adapun menurut pendapat yang kedua yaitu pendapat Ibnu Suroij, tidak disyaratkan mendatangkan / menyiramkan air, karena jika seseorang bertujuan menghilangkan najis dengan cara mencelupkan benda yang terkena najis kedalam air yang kurang dari 2 kullah, maka benda tersebut menjadi suci seperti halnya yang terjadi jika air tetsebut disiramkan ke benda mutanajjis, hal ini berbeda jika benda mutanajjis tersebut jatuh ke air yang sedikit disebabkan tertiup angin.
*📚 المجموع- محي الدين النووي - ج ٢ ص ٦٠٠*
ولو صب الماء في إناء نجس ولم يتغير بالنجاسة فهو طهور فإذا اداره على جوانبه طهرت الجوانب كلها هذا كله قبل الانفصال
Artinya : Jika air dituangkan ke wadah yang najis, dan air tidak berubah disebabkan najis, maka air tersebut suci, apabila air itu diputar-putar pada dalam wadah itu, maka wadah tersebut menjadi suci. Hal ini jika air belum terpisah dari wadah tersebut.
قال فلو انفصل الماء متغيرا وقد زالت النجاسة عن المحل فالماء نجس وفى المحل وجهان
أحدهما انه طاهر لانتقال النجاسة إلى الماء
والثاني وهو الصحيح أن المحل نجس أيضا لأن الماء المنفصل نجس وقد بقيت منه أجزاء في المحل
Artinya: Imam Nawawi berkata ; apabila air tersebut kondisinya sudah berubah, serta najisnya sudah hilang dari tempatnya, maka hukum air tersebut adalah najis, sedangkan hukum tempatnya ada 2 pendapat; yang pertama tempat itu hukumnya suci karena najis sudah berpindah pada air, pendapat yang kedua dan ini yang shohih bahwasanya tempat tersebut najis juga karena air yang terpisah hukumnya najis, dan sesungguhnya sisa air yang najis itu masih ada pada tempat tersebut
*📚 Tambahan:
*📚 شرح الياقوت النفيس*
والغسالات نوعان: نوع يسمونه أوتوماتيكي يرد إليها الماء ثم ينصرف فيرد ماء جديد ثم يتكرر إيراد الماء عدة مرات فهذا لاخلاف فيه في طهارة الملابس. والنوع الثاني من الغسالات عادي وتلك يوضع الماء فيها وهو دون القلتين وتغسل به الملابس الطاهرة والنجسة ثم يصرفونه فيبقى شيء منه في الغسالة والثياب مبللة منه فيصبّون عليه ماء آخر فوق الباقي المتنجس ثم يكتفون بالغسلتين
Artinya: " Mesin cuci terbagi menjadi dua. Pertama, mesin cuci yang otomatis, yaitu air dialirkan pada mesin cuci lalu di alirkan keluar dari mesin cuci, setelah itu dialirkan kembali air baru dan dialirkan keluar, begitu juga seterusnya. Maka dalam mesin cuci jenis demikian tidak ada perbedaan pendapat antar ulama dalam sucinya pakaian yang di cuci pada mesin cuci jenis ini. Kedua, mesin cuci biasa, yaitu air yang kurang dari dua qullah ditaruh di dalam mesin cuci, yang nantinya air tersebut digunakan untuk membasuh pakaian yang suci dan najis, lalu air tersebut dialirkan keluar, meski masih terdapat sebagian air yang menetap pada mesin cuci, sedangkan pakaian yang terdapat dalam cucian berada dalam keadaan basah, kemudian dialirkan air lain di atas sisa air yang terkena najis (di pakaian) tadi dan basuhan air dalam mesin cuci ini dicukupkan dengan dua kali basuhan oleh sebagian ulama."
*📚 التقريرات السديدة:*
ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﺇﻟﻘﺎﺀ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﻐﺴﺎﻻﺕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺜﺔ ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻐﺴﺎﻟﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻮﻉ ﺍﻷﻟﻲ ( ﺍﻷﺗﻮﻣﺎﺗﻴﻜﻲ ) ﻓﻼ ﺿﺮﺭ ﺑﺎﻹﺗﻔﺎﻕ ﻷﻧﻬﺎ ﺗﻘﻮﻡ ﺑﺈﺯﺍﻟﺔ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﺛﻢ ﺑﺈﻣﺮﺍﺭ ﻣﺎﺀ ﻃﻬﻮﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ ﻭﺃﻣﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻮﻉ ﺍﻟﻌﺎﺩﻱ ﻓﺒﻌﺪ ﺍﻟﻐﺴﻴﻞ ﻭﺇﺯﺍﻟﺔ ﺍﻷﻭﺻﺎﻑ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﺣﻜﻤﻴﺔ ﻓﻼ ﺑﺪ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺇﻣﺮﺍﺭ ﻣﺎﺀ ﻃﻬﻮﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ ﻭﺫﻟﻚ ﻣﺎ ﻳﺴﻤﻰ ﺑﻤﺮﺣﻠﺔ ﺍﻟﺘﺼﻔﻴﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺘﻄﻬﻴﺮ ﻭﻻ ﺑﺪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻭﺍﺭﺩﺍ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺮﺣﻠﺔ ﺑﺄﻥ ﺗﻮﺿﻊ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ ﺃﻭﻻ ﺛﻢ ﻳﺼﺐ ﻓﻮﻗﻬﺎ ﺍﻟﻤﺎﺀ
Artinya: “Di antara contohnya adalah masalah memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci modern. Jika mesin cucinya adalah jenis otomatis (otomatis penuh), maka tidak ada masalah menurut kesepakatan, karena mesin tersebut mampu menghilangkan najis kemudian mengalirkan air suci ke pakaian.
Namun, jika mesin cucinya adalah jenis biasa (manual), maka setelah proses pencucian dan hilangnya sifat-sifat najis, najisnya masih dianggap sebagai najis hukum (bukan lagi dzatnya). Oleh karena itu, setelah itu harus dialiri air suci pada pakaian. Tahapan ini disebut dengan tahap penyaringan atau pensucian (thaharah). Dalam tahap ini, air harus dituangkan dengan cara pakaian diletakkan terlebih dahulu, lalu air disiramkan ke atasnya.”
____________________________________
*📝PENJAWAB : Gus Muhammad Ali Alimin - Gus Mohammad Atoillah
_*⚠️ Hasil Keputusan Halal Di Bagikan Tanpa Merubah Apapun Isinya*_
____________________________________
mαjєlís sírαmαn qσlвu pєcíntα rαsulullαh ﷺ💫🌹💖
_____________ & ____________________
💫PONDOK ILMU AGAMA💫🌹💖
____________________________________
☆.` ´. ☽¸.☆, 𝗪𝗮𝗹𝗹𝗮𝗵𝘂 𝗔'𝗹𝗮𝗺 ,☆.¸☽ .` ´.☆
