Segala puji bagi Allah yang telah menampakkan hasil-hasil pemikiran bagi para pemilik akal yang cerdas.
*📖 Penjelasan dan Maknanya*
*⚖️ Permasalahan dalam Bait Ini*
Karena pujian itu ditujukan kepada Zat Allah yang kekal dan tetap, maka sesuai jika digunakan jumlah ismiyyah sebab bentuk ini menunjukkan makna ketetapan dan kesinambungan.
② لِمَ قَدَّمَ (الْحَمْدُ) عَلَى (اللَّهِ) مَعَ أَنَّ تَقْدِيمَ الاِسْمِ الكَرِيمِ أَهَمُّ؟
② Mengapa musanif mendahulukan lafadz al-ḥamdu dari pada lafadz Allah, padahal nama Allah lebih utama?
Karena konteks kalimat ini adalah menyatakan pujian, maka kata al-ḥamdu didahulukan. Meskipun nama Allah lebih agung, namun kedudukan konteks (maqam al-ḥamd) menuntut mendahulukan kata “pujian”.
③ مَا الْمُرَادُ بِقَوْلِهِ (قَدْ أَخْرَجَا)؟
③Apa makna dari kalimat “qad akhraja”?
الْجَوَابُ: أَيْ أَظْهَرَ وَبَيَّنَ، وَالْخُرُوجُ هُنَا مَجَازٌ عَنْ ظُهُورِ الْمَعْرِفَةِ بَعْدَ كَمُونِهَا فِي الْفِكْرِ.
Maknanya adalah menampakkan dan menjelaskan, yakni Allah menyingkap hasil-hasil pemikiran setelah sebelumnya tersembunyi dalam akal.
④ مَنْ هُمُ (أَرْبَابُ الْحِجَا)؟
④ Siapakah yang dimaksud dengan arbabul ḥija?
Mereka adalah pemilik akal yang jernih dan pemahaman yang lurus, yaitu para ulama dan penuntut ilmu yang menggunakan akalnya untuk mencari kebenaran.
⑤ مَا الْمُرَادُ بِـ (نَتَائِجِ الْفِكْرِ)؟
⑤ Apa yang dimaksud dengan “nata’ij al-fikr”?
الْجَوَابُ: هِيَ ثَمَرَاتُ التَّفَكُّرِ مِنْ عُلُومٍ وَحِكَمٍ وَمَعَارِفَ يُلْهِمُهَا اللهُ لِأُولِي الْعُقُولِ.
Yang dimaksud adalah buah-buah dari perenungan dan pemikiran berupa ilmu, hikmah, dan pengetahuan yang Allah ilhamkan kepada para pemilik akal.
*✨ KESIMPULAN*
وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
