📚Bismillah
Sepintas Saja Sambil Nunggu Yang Ngasih Kopi 🤭
Ada Yang Jafri Ke Saya Ginh " Kang Sullam Apa Yang Di Maksud Degan Kalam Baligh ?
Nah, Mangga ,Jadi Masalah Kalam Baligh Nyaitu Suatu ungkapan bisa mempunyai nilai Baligh atau Fantastis ketika ungkapan tersebut sudah sesuai dengan keadaan atau situasi yang ada, beserta penggunaan tutur kata dan gaya bicara yang fasih dan mengena.
Sebagaimana Dalam Bait 'Uqudul Juman (Balaghah)
بلاغة الكلام ان يطابقا # لمقتضى الحال وقد توافقا
فصاحة والمقتضى مختلف # حسب مقامات الكلام يؤلف
📕Sebagai Gambaran
Dalam suatu kejadian, orang yang sedang kita ajak bicara (mukhattab) adalah orang yang mengingkari akan kabar yang kita sampaikan. Dia tidak yakin akan kedatangan zaid setelah kita ucapkan
جاء زيد
(Zaid itu datang)
Nah, Maka yang harus kita lakukan adalah mendatangkan kembali suatu argumen yang bersifat memantapkan atau menguatkan terhadap mukhattab, dalam hal ini salah satunya adalah Ta'kid (membuat taukid)
Maka kita ucapkan 👇
إنّ زيدا مجيئ
(Sungguh, Zaid itu datang)
Keadaan : Ingkarnya Mukhottob
Tuntutan Keadaan : Mendatangkan Taukid
Nah, ungkapan yang kita ucapkan itu (yang di sertai adat taukid) itu adalah ungkapan yang sudah memiliki nilai Fantastis atau Kalam Baligh. Karena sudah sesuai dengan situasi yang menuntut.
📕Contoh lain
Ketika kita sedang berbicara di hadapan orang-orang cerdas (Para Ustadz /kiyai ) Nah maka kita tak perlu berbicara secara panjang lebar (Ithnab). Yang harus kita lakukan adalah berbicara dengan cara singkat dan padat saja (Ijaz). Gaya bicara kita dihadapan orang cerdas haruslah berbeda ketika yang ada di hadapan kita adalah orang² bodoh.
Kecerdasan mukhattab menuntut kita untuk berbicara secara Ijaz, sementara keadaan mukhatab yang bodoh menuntut kita untuk berbicara secara jelas dan perinci.
Sebagaimana dalam Tafsir Showi suatu maqolah menjelaskan :
يدرك الذكي بنظير واحد ما لا يدركه الغبي بألف شاهد
Hanya dengan satu perumpamaan saja, orang cerdas akan mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang orang bodoh.
Maka, tentu bentuk tuntutan ke adaan yang menuntut kita, itu bisa berbeda beda tergantung situasi dan kondisi yang ada. Tuntutan yang di tuntut ketika keadaan sedang memuji itu berbeda dengan keadaan sedang mencaci. Tuntutan yang menuntut kita ketika keadaan nya sedang membujuk, jelas berbeda dengan keadaan saat emosi. Begitu yang tertera dan dibahas dalam kitab kitab Balaghah dalam pembahasan Balaghatul Kalam.
Adapun perhitungan dalam memahami situasi atau membaca keadaan ataupun pemilihan gaya dan tutur kata yang sesuai dengan keadaan, tentu tidak mungkin terlepas dari sebuah Perasaan Individual yang ada pada setiap orang. Jika dia mempunyai jiwa perasa yang tinggi, maka ia akan lebih mudah dalam membaca situasi yang ada dan (bahkan) dia akan mampu untuk menyikapinya dengan tepat dan benar. Begitupun sebaliknya.
Oleh karenanya, sering saya katakan
البلاغة أمر ذوقيّ لا يعرفها
الاّ من له ذوق قوي سليم
Balaghah adalah seni bermain perasaan, orang yang tidak punya jiwa perasa yang kuat, tidak akan mungkin merasakan indahnya Ilmu Balaghah.
Nah,Dalam Kitab Jauharul Al maknun, Di Dalam Bait
فَيُخْبِرُ الْخَالِيْ بِلَا تَوْكِيْدٍ#
مَا لَمْ يَكُنْ فِي الْحُكْمِ ذَا تَرْدِيْدٍ
فَحَسَنٌ وَ مُنْكِرُ الْأَخَبَارِ#
حَتْمٌ لَهُ بِحَسَبِ الْإِنْكَارِ
كَقَوْلِهِ إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُوْنَ#
فَزَادَ بَعْدُ مَا اقْتَضَاهُ الْمُنْكِرُوْنَ
لِلَّفْظِ الْاِبْتِدَاءِ ثُمَّ الطَّلَبِ#
ثُمَّتَ الْإِنْكَارِ الثَّلَاثَةِ انْسُبِ
lughat Jawane
فَيُخْبِرُ
mangka den khabari
الْخَالِيَّ
sopo, wong kang sepi atine
بِلَا تَوْكِيْدٍ
kalawan tanpa alat taukid
مَا لَمْ يَكُنْ
selagine orana nana sopo ( kholidz dzhni )
فِي الْحُكْمِ
ing dalam hukum .iku
ذَا تَرْدِيْدٍ
kang aduwene ragu ragu
✍️Jadi Garis Besarnyah Dalam Bait Itu ,intinyah bahwa marotibun itu ada 3
👉1) nyaitu الخلي الدّهنی
yakni orang yg kosong hatinyah ( sepi hatinyah) dalam artian tidak ada ilmu dan tidak ada keraguan
👉2 ) adalah tardid
( الترديد)
orang yg ragu ragu
nah nanti orang yang kholidz dhini 👇
فيخبر الخالی بلا توکيد
kalau di kasih berita maka tidak boleh mengunakan alat taukid, intinyah kalau ngasih tau kepada orang awam nah maha cukup saja sepintas ,jagan di kasih alat taukid
📕misalkan
ibu ibu belum tau prihal hukum sholat sunnah tahajud ,Maka cukup saja kita katakan kepada ibu ibu itu bahwa tahajud hukumnyah sunnah , Tidak usah popolotot 😁 apalagi gebrak meja Merangkan hukumnyah ,Atau memakai sumpah demi allah tahajud itu sunnah 😁 ,Nah itu ga boleh menurut ahli ma'ani nyaitu بلا توکيد ,nyantai saja ngobrol degan orang awam mah sambil ngopi 😁 ,Kecuali Orang Itu Level ke yakni مُتَرَدِيْدِِ orang yang ragu ragu ,Nah kalau ragu ragu maka baru Di Beri Taukid
فَحَسَنٌ
mangka iku den bagus taukidi
Jadi ,kalau orang nyah lbih ragu ragu ,Misalkan
yang tadi ibu ibu nanya prihal tahajud hukumnya gimana .nah baru ngasih tau memakai alat taukid dalam artian di terangkan lebih jelas hukumnya berikut serta dalilnya
وَ مُنْكِرُ الْأَخَبَارِ
lan utawi wong kang ingkar maring berita
حَتْمٌ
iku, wajib opo taukid
لَهُ
kaduwe mungkirul ikhbar
بِحَسَبِ الْإِنْكَارِ
kalawan bilang bilang ingkar
✍️Jadi ke adaan mukhatab terbagi tiga
1 ) pertama خالد الذهنی
( yang kosong hatinyah)
maka kalam yang harus di sampaikan kepadanyah yakni
فيخبر الخالی بلا توکيد
tidak perlu di taukidi ( memakai huruf Inna atau semacam huruf taukid) msalkan
ان زيدا عالم
nah ga perlu cukup memakai redksi
زيد عالم
2 )kedua مترديد
yakni orang yang ragu ragu , maka kalam yg di sampaikan kepadanyah Bagus Di Beri Taukid
📕misalkan
ان زيدا عالم
itu bagus di beri alat taukid yakni انّ
3 ) nmr tiga منکر
ykni orang yang ingkar dalam artian orng yg ingkar dan tidak percaya
Maka Kalam yang di sampaikan kepadanyah ( yakni kepda si mukhotob yg ingkar ) Maka Wajib di berikan adat taukid
📕misalkan
ان زيدا لعالم
selain degan taukid ,dapat di perkuat degan lam qosam dan lain sebagai nyah.Sesuai kadar ke ingkaranyah
Dalam Syarah kitab johar al maknun nya pun sama demikian ,syurah nyah beginih
قوله بلا توکيد خالی الذهنی من الحکم والتردد فيه أي غير عالم بوقوع النسبة أو لاوقوعها
di katakan bahwa kalam yang tidak memakai alat taukid itu yakni kpada orang yg masih kosong hatinyah dalam artian tidak mengerti terhadap hukum atau selain orang berilmu ,وَتَرَدُّدُ dan orang yang tdak ragu ragu di dalam hukum
أي فی غير وقوع النسبة أولا وقوعها
Dalam Artian dia itu tidak memgatahui akan terjadinya hubungan hukum atau tidk terjadinyah nisbat,Jadi betul betul polos ( awam terhadap hukum )
ولا مُتَرَدِدًا
dan dia tidk ragu ragu ( apakah nisbat itu terjadi ) في أنها واقعة atau di dalam nyah tidak terjadi hubungan nisbat hukum
Intinya خالی الذههنی itu orang yng bener bener polos tidk mengerti sama sekali terhadap hukum atau nisbat antara musnad dan musnad ileh tdk ada keraguan ,bener bener polos atuh jelas 👇
يلقی له الخبر غير مٶکد
kepada orang kaya gituh ga usah memakai alat taukid dalam menyampaikan khabar nyah
ke dua 👇
قوله وان کان مترديدا فی الخبر أي فی الحکمه
orang yang ragu ragu didalam hukumnya dan itu طالبا له menuntut dalil hukumnyah pada kita
,Maka bagi kita ( mutakalim )
حَسُنَ الْأِتْيَانُ بِمُٶَکَّدِِ
maka di angap bagus di beri adat taukid
📕misalkan
لزيد قاٸم
atau ان زيدا عالم
3 )ketiga di syarah Jauharul Al maknun
وان کان منکرا وجب توکيده بحسب الإنکار أي بقدره قوّة وضعفا
Dan kalau ada orang yang ingkar enga percaya,di kasih tau nah malah dia ga percaya atuh maka wajib bagi si mutakalim memberikan adat taukid berapa adat taukid nyah ?? ya
بسب الإنکار
sesuai kan saja degan siatusi dan kondisi ke ingkaran dia ( mukhotobb)
بِقَدْرِهِ قُوَّةً مُضَعْفًا
kalau dia quat ingkarnyah maka tambah lagi adat taukidnyah .Tapi kalau dia lemah mka cukup seperlunyah
کقولنا إنا اليکم لمرسلون # فزاد بعد ما اقتضاه المنکرون
Hasil nyah Adalah
فَکُلَّمَّا زَادَ الْانْکَارِ زَادَ فِی التِّوْکِيدِ
semakin dia tambah ingkar nyah maka semakin tambah adat taukid nyah
📕seperti contohnya
کَقَوْلُهُ تَعَالی حِکَايَةََ عن الرِّسُلِ عِيْسَ اِذْ کَذِّبُوا فی المَرْأَةِ الْأُوْلَی إِنَّ إِلَيْکُمْ مُرْسَلُوْنَ
seperti Firman allah menceritakan tentang rosul ( utusan) nabi isa as ,sesunguhnyah kami di utus kepada kamu sekalian
di katakan begitu meraka kaum nabi isa as ingkar lagi maka
ربنا يعلم إنّ إليکم لمرسلون
tuhan kami tau ,mengatahui bahwa sesunguhnya kami atas sebagai kalian semua sebagai utusan
فَأکَّدَ بِالْقَسَمِ المشار إليه بِرَبّنا يعلم
adat taukid nyah adalah ربنا يعلم kmudian إنّ ( huruf inna ) وللام dan lam di lafadz لمرسلون serta
وَاسْمِيَّةُ الْجُمْلة
dan jumlah ismiyyah .disinih jelas ada 4 adat taukid maka
لِلْمُبَالَغَةِ الْمُخَاطَبِيْنَ
karena mukhotobnyah berlebihan , di mana berlebihanyah nyaitu
فِی الانِکَارِ
di dalam ingkar nyah
kenapa demikian ? krna
حَيْثُ قَالُوْا
mukhatabnya berkata ( yakni orang kafir )
ما انتم إلا بشر
ah kamu ( kata orang orang kafir kepada nabi isa as ) kamu tuh manusia sama dgn kami ngaku ngaku utusan
وما أنزل الرحمن من شيء إن أنتم إلا تکذبون
dan tuhan yang maha kasih sayang tidak menurunkan dari sesuatu ,Sesunguhnyah kalian semua itu berdusta
✍️ jadi ketika si mukhatabnya semakin ingkar maka semakin tambah adat taukid nyah
لِلَّفْظِ الْاِبْتِدَاءِ ثُمَّ الطَّلَبِ#
ثُمَّتَ الْإِنْكَارِ الثَّلَاثَةِ انْسُبِ
ALHASIL AKHIR MARATHIBUL MUTAKALLIM
1 )kholid dzhini
2 )mutaroddin
3 ) munkir
HUKUMNYAH
1 ) kholid dihni hukumnyah la yu'akad
2 ) mutaroddin
hukumnya mua'akkadu
3) mungkir hukumnyah yuakkadu wujuban bihasabil ingkar
ISTHILAHNYAH
1) kholid dzhni
kalam yang di sampaikan kpada kholidz dihni di sebut kalam IBTIDA' ( الإبتداء)
2 ) mutaroddin
kalam yang di sampaikan kpda mukhoob level ke dua nih di sebut kalam Thalabi ( طالب)
3 ) mungkir
yakni kalam yang di sampaikan kepada si mukhatab level ketiga inh di Namakan Kalam Ingkari ( الانکار )
wallohu'alam
Dah Ah Segitu Dulu hehe
Walhasil Simpulnya Kalam ,Pendeknyah Sebuah Penerangan Yang Saya Paparkan Tadi ,Nah Jadi Kalau Menerangkan Hukum ,Atau Menjawab Hukum,Atau berdakwah Di Kajian Grup Wa Yang Mana Si Mustami'in nyah Yang Di Ajak Bicaranyah Itu Semua Ustadz ,Kiyai ,Atau Orang Awam Yang Endak Ingkar,Mutardidin ,Nah Maka Endah Usah Panjang Lebar Ga Perlu ,Cukup Singkat Saja ,Dalam Artian Singkat Padat Dan Jelas inilah Balaghah Namanyah
Namun Kalau Kita Menerangkan Hukum , Berdakwah Di Kajian Grup atau Mensyurah Suatu Kalam Yang Mana Berhadapan Atau Si Mustami'in nyah Itu Orang Yang Ingkar Atau Murtadidin Orang Yang Ragu Ragu ,Maka Di Haruskan Menerangkan Hukum Nya Secara Jelas ,Di Haruskan Mensyurah Kalam Nyah Secara Terang Benderang ,Agar Dapat Di Pahami Oleh Si Mustami'in Itu Sendiri
Dan Itulah Kalam baligh
Sumangga Segitu Dulu Ana Pamit Mau Bobok hehe
