Pertanyaan:
Bagaimana hukum memandikan mayit yang meninggal karena tenggelam akibat banjir atau tsunami? Apakah tetap wajib dimandikan atau tidak?
Jawaban:
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum memandikan mayit yang meninggal karena tenggelam.
1. Pendapat Imam ar-Rafi‘i
Menurut Imam ar-Rafi‘i, tidak wajib memandikan mayit yang meninggal dalam keadaan tenggelam.
Alasannya:
- Tujuan memandikan mayit adalah membersihkan tubuhnya.
- Mayit bukanlah ahli niat, sehingga niat tidak menjadi syarat keabsahan mandi mayit.
- Orang yang meninggal tenggelam sudah terkena air seluruh tubuhnya, sehingga dianggap telah “termandikan” secara makna.
2. Pendapat Imam an-Nawawi
Menurut Imam an-Nawawi, tetap wajib memandikan mayit, baik ia meninggal secara biasa maupun karena tenggelam.
Alasannya:
- Memandikan mayit adalah perintah syariat, sehingga tetap harus dilakukan.
- Air tenggelam tidak otomatis menggugurkan kewajiban mandi mayit, karena mandi mayit memiliki tata cara tersendiri.
Referensi:
وهل تشترط نية الغاسل في غسل الميت؟ وجهان الأصح عند الرافعي في المحرر لا يجب لأن المقصود من غسل الميت النظافة وهي تحصل بلا نية ولأن الميت ليس من أهل النية بخلاف الحي فعلى هذا يكفي غسل الكافر ولا يغسل الغريق لحصول النظافة والثاني أنه يشترط النية فعلى هذا لا يكفي غسل الكافر ولا الغريق علل بأنا مأمورون بغسله وصحح النووي في المنهاج وجوب غسل الغريق. (كفاية الأخيار ١٦٤/١).
#tanyajawab
#edisi 1
https://www.instagram.com/p/DTN7-8mklvi/?igsh=MTRwdmk5cDIyNmtxNg==