*❖❀~ ʜᴀꜱɪʟ ᴋᴇᴘᴜᴛᴜꜱᴀɴ ʙᴍ ɢʀᴜᴘ ᴘɪᴀ & ᴍᴀꜱQᴏᴘᴇʀ ~❀❖*
__________________
*📌Urutan No : 1️⃣4️⃣*
*📔JUDUL : Fasakh*
*🇲🇨PENANYA:*
FULAN MEMBER PIA
*✍️DESKRIPSI MASALAH:*
__
*📒PERTANYAAN:*
Assalaamu'alaikum
Mohon Maaf bisa dijelaskan apa itu fasakh, Syarat nya fasakh itu apa saja, dan perbedaan nya dng talaq,,, biar kami tau khususnya bagi orang" awam 🙏
*📚 JAWABAN:*
Wa'alaikumussalaam
Jadi Fasakh nikah itu bukan termasuk kategori thalaq. Melainkan fasakh, thalaq, dan ditinggal mati termasuk kategori atau bagian dari furqah nikah (terpisahnya pernikahan).
فرق النكاح كثيرة وأجناسها ثلاثة موت وطلاق وفسخا
“Furqah nikah memiliki banyak macam, sedangkan jenisnya ada tiga: maut, thalaq, dan fasakh
Secara bahasa, fasakh itu berarti suatu pembatalan, pemisahan, penghilangan, pemutusan, atau penghapusan. Sedangkan secara istilah, fasakh adalah pembatalan perkawinan karena sebab yang tidak memungkinkan perkawinan diteruskan, atau karena cacat atau penyakit yang terjadi pasca akad dan mengakibatkan tujuan atau arti pernikahan tidak tercapai.
Diantara Sebab sebab dibolehkannya fasakh nikah yaitu
1. gila
2. sakit judzam/lepra (kusta)
3. sakit barosh/sejenis penyakit kulit
4. penisnya putus
5. impoten
Dan penyakit menular lainnya serta penyakit yang berbahaya.
Sementara dilihat dari penderitanya, cacat atau penyakit yang membolehkan fasakh terbagi 3 bagian:
1. cacat atau penyakit yang mungkin dialami suami dan istri, seperti penyakit jadzam, barash, dan gangguan jiwa;
2. cacat atau penyakit yang hanya dialami oleh istri, yaitu rotaq (kemaluan perempuan tertutup daging) dan qoron (kemaluan perempuan tertutup tulang).
3. cacat atau penyakit yang hanya dialami oleh suami, yaitu jubb ( terpotong kemaluan)
dan ‘unnah ( lemah syahwat pada kemaluan/impotensi).
Di antara dalil hadisnya:
فَقَالَ: اِلْبَسِي ثِيَابَكَ، وَالْحِقِي بِأَهْلِكَ وَقَالَ لِأَهْلِهَا: دَلَّسْتُمْ عَلَيَّ
Artinya, “Rasulullah SAW bersabda kepadanya, ‘Kenakanlah pakaianmu dan kembalilah kepada keluargamu. Kemudian beliau bersabda kepada keluarganya, ‘Kalian sembunyikanlah kekurangannya dariku!’ (HR Al-Baihaqi ).
Riwayat dari Sa‘id bin Al-Musayyib meriwayatkan:
أَيُّمَا رَجُلٍ تَزَوَّجَ امْرَأَةً، وَبِهِ جُنُونٌ، أَوْ ضَرَرٌ، فَإِنَّهَا تُخَيَّرُ. فَإِنْ شَاءَتْ قَرَّتْ. وَإِنْ شَاءَتْ فَارَقَتْ
Artinya, “Bilamana seorang laki-laki menikahi seorang perempuan, dan laki-laki itu mengalami gangguan jiwa atau mengidap penyakit berbahaya, maka si perempuan diberi pilihan (khiyar). Jika mau, ia boleh meneruskan perkawinan. Jika tidak, ia boleh bercerai,” (HR Malik).
Kemudian sebab dibolehkannya Fasakh lagi yaitu sulitnya suami memberikan nafaqoh, bukan lauk pauk. jika suami tidak mampu memberi nafkah yang wajib (yaitu 1 mud / 574 gram atau bisa kira" 6,25 ons an bahan makanan pokok) dan atau tidak mampu memberi pakaian yang wajib (pakaian inti, bukan perlengkapan semisal BH, CD , baju renang DLL) dan atau tidak mampu menyediakan tempat tinggal (yang penting berupa tempat tinggal) dan atau tidak mampu melunasi mahar yang kontan (jika istri belum pernah disetubuhi), maka istri boleh mengajukan fasakh (membatalkan nikah.)
Namun diperbolehkannya Fasakh karena sulitnya suami memberikan nafaqoh ini adalah menurut Imam Syafi'i dan Imam Hambali, kalau menurut Imam Maliki dibolehkannya pengajuan cerai ke hakim sebab masalah ini, sedangkan menurut Imam abu Hanifah tidak diperbolehkannya fasakh nikah walaupun karena sulitnya suami memberikan nafaqah,,,
Maka Ketahuilah bahwa fasakh nikah berbeda dengan thalaq dalam empat hal :
1. Fasakh tidak mengurangi jatah jumlah thalaq, seandainya fasakh satu kali lalu akad lagi, fasakh lagi kedua kalinya dan seterusnya maka ia tidak akan mendapati haram kubra. Berbeda jika ia menthalaq sampai tiga kali maka ia akan mendapati haram kubra dan tidak bisa halal kecuali dengan perantaraan muhallil.”
2. Fasakh ketika dilakukan sebelum disetubuhi tidak berdampak apapun. Berbeda dengan thalaq yang berakibat hukum separuh mahar.
3. Fasakh ketika dilakukan setelah disetubuhi dikarenakan dijumpainya aib akan berdampak kewajiban mahar mitsli. Berbeda dengan thalaq yang berakibat mahar musamma.
4. Fasakh ketika dilakukan bersamaan dengan akad maka tidak ada hak nafkah untuk pihak wanita meskipun sedang hamil. Berbeda dengan thalaq yang mewajibkan nafkah. Adapun hak tempat tinggal maka wajib adanya entah pada fasakh maupun tholaq ketika dilakukan setelah disetubuhi.
Wlaupun dibolehkannya fasakh karena sedemikian itu Fiqihnya... Namun hendaklah seorang suami istri memperhatikan yang namanya kasih sayang dan cinta bersama suaminya atau istrinya sehingga menjadi sakinah mawaddah warahmah, yang menerima kekurangan masing-masing dirasa mengenai nafaqoh kurang maka seorang istri yang baik & paham berarti membantu suaminya walaupun itu bukan suatu kewajiban seorang istri, begitu pula mengenai fisik masing-masing seseorang ada kekurangan tapi jadilah saling melengkapi, bisa ikhlas menerima apa adanya setiap orang itu mempunyai kekurangan .. sehingga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah,,,
sedangkan fasakh /perceraian di sini adalah jalan terakhir satu-satunya tidak ada jalan lain kecuali itu yang terbaik dan sudah dhorurot tidak bisa di pungkiri lagi maka dengan terpaksa sekali melalui fasakh/perceraian namun setelah melalu solusi, saling tarik , saling damai, DLL,,
namun Jika memungkinkan masih bisa Maka jangan melakukan yang namanya fasakh atau lainya perceraian.
*📚REFERENSI:*
*📚 كتاب البيان في مذهب الإمام الشافعي [العمراني] - ج: ٩ ص: ٢٩٠*
[باب الخيار في النكاح والرد بالعيب]
إذا وجد أحد الزوجين بالآخر عيبًا.. ثبت له الخيار في فسخ النكاح. والعيوب التي يثبت لأجلها الخيار في النكاح خمسة، ثلاثة يشترك فيها الزوجان، وينفرد كل واحد منهما باثنين.
فأما الثلاثة التي يشتركان فيها: فالجنون، والجذام، والبرص. وينفرد الرجل بالجب والعنة، وتنفرد المرأة بالرتق والقرن.
فـ (الرتق) : أن يكون فرج المرأة مسدودًا يمنع من دخول الذكر.
و (القرن) : - قيل ـ هو عظم يكون في فرج المرأة يمنع من الوطء. والمحققون يقولون: هو لحم ينبت في الفرج، يمنع من دخول الذكر، وإنما يصيب المرأة ذلك إذا ولدت.
هذا مذهبنا، وبه قال عمر، وابن عمر، وابن عباس - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ -، ومالك، وأحمد، وإسحاق، وأبو ثور رحمة الله عليهم.
وقال علي، وابن مسعود - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا -: (لا ينفسخ النكاح بالعيب) . وإليه صار النخعي، والثوري، وأبو حنيفة - رَحِمَهُمُ اللَّهُ - إلا أنه قال: (إذا وجدت المرأة زوجها مجبوبًا أو عنينًا.. كان لها الخيار، فإن اختارت الفراق.. فرق الحاكم بينهما بطلقة) .
دليلنا: ما روي: «أن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - تزوج امرأة من غفار، فلما خلا بها.. رأى في كشحها بياضًا، فقال لها: " ضمي إليك ثيابك والحقي بأهلك "، وفي رواية أخرى: " ضمي إليك ثيابك والحقي بأهلك؛ فقد لبستم علي "، أو قال - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: " دلستم علي ".
Artinya: Bab: Khiyar (hak memilih) dalam pernikahan dan pembatalan karena cacat
Jika salah satu dari suami atau istri menemukan cacat pada pasangannya, maka ia berhak memilih untuk melanjutkan atau membatalkan pernikahan.
Cacat yang menjadi alasan sah untuk membatalkan pernikahan ada lima macam:
- *Tiga jenis* cacat berlaku bagi suami maupun istri: gila, kusta, dan belang (vitiligo/bercak putih yang menjijikkan).
- *Khusus pada suam*i: terpotong kemaluannya (impoten total) dan tidak mampu berhubungan (impoten).
- *Khusus pada istri*: tertutupnya kemaluan (sehingga tidak bisa dimasuki), dan adanya daging/tulang tumbuh di kemaluan yang menghalangi hubungan intim.
📌 Penjelasan istilah:
- _Rataq_: kemaluan wanita tertutup rapat sehingga tidak bisa dimasuki.
- _Qarn_: ada daging (seperti benjolan) atau sebagian ulama mengatakan tulang, yang tumbuh di dalam kemaluan sehingga menghalangi hubungan suami istri. Biasanya muncul setelah melahirkan.
👉 Ini adalah pendapat dalam mazhab Syafi’i, juga diriwayatkan dari Umar, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, serta pendapat Imam Malik, Ahmad, Ishaq, dan Abu Tsaur.
Sedangkan Ali dan Ibnu Mas’ud berpendapat: pernikahan tidak batal karena cacat apapun. Pendapat ini juga diikuti oleh an-Nakha’i, ats-Tsauri, dan Abu Hanifah. Hanya saja, Abu Hanifah memberi pengecualian: jika seorang istri menemukan suaminya impoten atau kemaluannya terpotong, maka ia berhak memilih. Bila ia memilih berpisah, maka hakim (qadhi) akan memisahkan mereka dengan satu kali talak.
*Dalil yang digunakan:*
Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah menikahi seorang wanita dari kabilah Ghifar. Ketika bersama beliau, terlihat ada bercak putih di pinggangnya. Nabi ﷺ lalu berkata:
_"Kembalilah kepada keluargamu, engkau telah menutup-nutupi (cacatmu) dariku."_
Dalam riwayat lain, beliau ﷺ berkata:
_"Engkau telah menipuku (menyembunyikan cacat)."_
*📚 كتاب فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين - ص: ٥٤٨*
[فرع في فسخ النكاح]
لزوجة مكلفة فسخ نكاح من أعسر بأقل نفقة أو كسوة أو بمسكن أو بمهر قبل وطء,
[فرع في فسخ النكاح]
وشرع دفعا لضرر المرأة. يجوز لزوجة مكلفة أي بالغة عاقلة لا لولي غير المكلفة. فسخ نكاح من أي زوج أعسر مالا وكسبا لائقا به حلالا بأقل نفقة تجب وهو مد أو أقل كسوة تجب كقميص وخمار وجبة شتاء بخلاف نحو سراويل ونعل وفرش ومخدة والأواني لعدم بقاء النفس بدونهما. فلا فسخ بالإعسار بالأدم وإن لم يسغ القوت ولا بنفقة الخادم ولا بالعجز عن النفقة الماضية كنفقة الأمس وما قبله لتنزيلها منزلة دين آخر. أو أعسر بمسكن وإن لم يعتادوه أو أعسر بمهر واجب حال لم تقبض منه شيئا حال كون الإعسار به قبل وطئ طائعة فلها الفسخ
Artinya: Cabang: Tentang Fasakh (pembatalan pernikahan)
Seorang istri yang sudah baligh dan berakal (mukallaf) berhak meminta pembatalan pernikahan apabila suaminya tidak mampu menyediakan:
- nafkah paling sedikit, atau
- pakaian wajib, atau
- tempat tinggal, atau
- mahar (sebelum terjadi hubungan intim).
*📌 Tujuan syariat*: hal ini disyariatkan untuk menghindarkan mudarat bagi pihak istri.
➡️ Hak ini hanya dimiliki oleh istri yang baligh dan berakal, bukan wali dari perempuan yang belum mukallaf.
*Rincian:*
1.) Nafkah
- Jika suami tidak mampu memberi nafkah minimal yang wajib, yaitu satu mud (sekitar 675 gr makanan pokok) atau senilai itu.
- Jika ia tidak mampu memberi pakaian wajib seperti baju, kerudung, dan pakaian hangat untuk musim dingin.
- Tetapi tidak termasuk kebutuhan seperti celana panjang, sandal, kasur, bantal, dan peralatan rumah tangga, karena itu tidak sampai mengancam kelangsungan hidup.
2.) Jenis ketidakmampuan yang tidak jadi alasan fasakh
- Jika suami tidak mampu membeli lauk (seperti daging), meski makanan pokok saja tidak cukup.
- Jika suami tidak mampu menyediakan pembantu (meskipun biasanya ia mampu).
- Jika suami tidak mampu membayar nafkah yang sudah lewat (seperti nafkah kemarin atau sebelumnya), karena itu dihukumi seperti utang biasa.
3.) Tempat tinggal
- Jika suami tidak mampu menyediakan tempat tinggal, maka istri berhak meminta fasakh, walaupun sebelumnya ia tidak terbiasa tinggal di rumah tetap.
4.) Mahar
- Jika mahar yang wajib dibayar tunai tidak diberikan sama sekali, dan suami memang dalam keadaan tidak mampu membayarnya, serta itu terjadi sebelum terjadi hubungan intim dengan kerelaan istri, maka istri berhak meminta fasakh.
*📚 إعانة الطالبين - ج ٣ ص ٣٣٦*
( اعلم ) أن الفسخ يفارق الطلاق في أربعة أمور الأول أنه لا ينقص عدد الطلاق فلو فسخ مرة ثم جدد العقد ثم فسخ ثانيا وهكذا لم تحرم عليه الحرمة الكبرى بخلاف ما إذا طلق ثلاثا فإنها تحرم عليه الحرمة المذكورة ولا تحل له إلا بمحلل الثاني إذا فسخ قبل الدخول فلا شيء عليه بخلاف ما إذا طلق فإن عليه نصف المهر الثالث إذا فسخ لتبين العيب بعد الوطء لزمه مهر المثل بخلاف ما إذا طلق حينئذ فإن عليه المسمى الرابع إذا فسخ بمقارن للعقد فلا نفقه لها وإن كانت حاملا بخلاف ما إذا طلق في الحالة المذكورة فتجب النفقة وأما السكنى فتجب في كل من الفسخ والطلاق حيث كان بعد الدخول
Artinya: Ketahuilah bahwa fasakh berbeda dengan talak dalam empat hal utama:
1.) Hitungan talak
- Fasakh tidak mengurangi jumlah talak.
→ Artinya: jika pernikahan dibatalkan (fasakh), lalu menikah lagi, kemudian dibatalkan lagi, berulang kali sekalipun, istri tidak menjadi haram selamanya.
- Berbeda dengan talak: jika suami sudah menjatuhkan tiga kali talak, maka istri haram baginya sampai menikah dengan laki-laki lain terlebih dahulu (muhallil).
2.) Sebelum terjadi hubungan intim
- Jika pernikahan dibatalkan sebelum ada hubungan intim, maka suami tidak wajib membayar apapun.
- Berbeda dengan talak: jika suami menceraikan sebelum berhubungan, ia tetap wajib membayar setengah mahar.
3.) Sesudah terjadi hubungan intim karena ada cacat
- Jika fasakh dilakukan setelah berhubungan intim, karena ditemukan cacat pada pasangan, maka suami wajib membayar mahar mitsil (mahar yang pantas sesuai keadaan wanita tersebut).
- Berbeda dengan talak: jika talak terjadi setelah berhubungan, maka suami wajib membayar mahar yang sudah disebutkan (mahar musamma) dalam akad.
4.) Fasakh bersamaan dengan akad
- Jika fasakh dilakukan bersamaan dengan akad nikah (misalnya diketahui ada cacat saat akad), maka istri tidak berhak mendapatkan nafkah, sekalipun ia dalam keadaan hamil.
- Berbeda dengan talak: jika talak terjadi dalam kondisi yang sama, maka istri tetap berhak mendapat nafkah.
*📌 Catatan:*
- Tempat tinggal (sakan/sumah) tetap menjadi hak istri baik dalam fasakh maupun talak, selama fasakh/ talak itu terjadi setelah adanya hubungan intim.
*📚 كتاب إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين [البكري الدمياطي] ج: ص: ٩٨*
فرع في فسخ النكاح: وشرع دفعا لضرر المرأة يجوز (لزوجة مكلفة) أي بالغة عاقلة لا لولي غير مكلفة (فسخ نكاح من) أي زوح (أعسر) مالا وكسبا لائقا به حلالا (بأقل نفقة) تجب وهو مد (أو) أقل (كسوة) تجب كقميص وخمار وجبة شتاء، بخلاف نحو سراويل ونعل وفرش ومخدة والاواني لعدم بقاء النفس بدونهما فلا يقدر لها عن كسوتها الماضية التي حلفت على استحقاقها نقدا وأجابها لذلك وقدره لها كما تفعله القضاة الآن فهل له ذلك أو لا؟ وهل ما تفعله القضاة من الفرق للزوجة والاولاد عن النفقة أو الكسوة عند الغيبة أو الحضور نقدا صحيح أو لا. فأجاب: تقدير الشافعي في المسائل الثلاث صحيح إذ الحاجة داعية إليه، والمصلحة تقتضيه فله فعله ويثاب عليه، بل قد يجب عليه. اه (قوله: فرع في فسخ النكاح) أي بالاعسار بالمؤن، وقد ترجم الفقهاء له بباب مستقل والأصل فيه خبر الدارقطني والبيهقي الآتي وحاصل الكلام على ذلك أنه إذا أعسر الزوج مالا وكسبا لائقا بأقل نفقة أو كسوة أو مهر وجب قبل وطئ ولم تصبر زوجته فلها الفسخ بالطريق الآتي بيانه، أما لو امتنع من الانفاق وهو موسر أو متوسط أو معسر لا عن أقل نفقة أو كسوة سواء حضر أو غاب فليس لها الفسخ وإن انقطع خبره على المعتمد الذي عليه النووي والرافعي (قوله: وشرع) أي الفسخ، وقوله دفعا لضرر المرأة: أي تضررها بعد النفقة أو الكسوة أو المهر (قوله: يجوز لزوجة الخ) أي ويجوز لها الصبر فهي مخيرة بين الفسخ وبين الصبر (قوله: أي بالغة عاقلة) أي ولو كانت سفيهة فهي كالرشيدة هنا (قوله: لا لولي غير المكلفة) أي لا يجوز الفسخ لولي غير المكلفة، وكذا ولي المكلفة بالاولى، وعبارة التحفة والنهاية: لا لولي امرأة حتى صغيرة ومجنونة الخ. اه. وإنما لم يجز الفسخ للولي لان الفسخ بذلك يتعلق بالشهوة والطبع فلا يفوض لغير مستحقه، وإذا لم تجز الفسخ له تكون النفقة في مالها إن كان وإلا فعلى من تلزمه قبل النكاح وإن كانت تصير دينا على الزوج (قوله: فسخ الخ) فاعل يجوز. وقوله أي زوج: أفاد به أن من نكرة موصوفة. وقوله أعسر الخ: الحاصل شروط هذه المسألة خمسة تعلم من كلامه: الاول الاعسار فخرج ما إذا امتنع مع عدم الاعسار، الثاني كونه بالنفقة أو الكسوة أو المسكن أو المهر بشرطه الآتي فخرج ما إذا أعسر بنحو الادم، الثالث كون النفقة لها فخرج ما إذا أعسر بنفقة الخادم، الرابع كون الاعسار بنفقة المعسر فخرج ما إذا أعسر بنفقة الموسر أو المتوسط مع القدرة على نفقة المعسر، الخامس كون النفقة مستقبلة فخرج ما لو أعسر بالنفقة الماضية (قوله: مالا وكسبا) منصوبان على التمييز: أي أعسر من جهة المال ومن جهة الكسب فليس عنده مال ولا قدرة على كسب ينفق عليها من أحدهما (قوله: لائقا به) صفة لكسبا وليس بقيد بل مثل اللائق غيره إذا أراد تحمل المشقة بمباشرته، كما في التحفة، وقوله حلالا: صفة ثانية وخرج به الحرام فلا أثر لقدرته عليه فلها الفسخ قال في التحفة: وأما قول الماوردي والروياني الكسب بنحو بيع الخمر كالعدم وبنحو صنعة آلة لهو محرمة له أجرة المثل فلا فسخ لزوجته، وكذا ما يعطاه منجم وكاهن لانه عن طيب نفس فهو كالهبة فردوه بأن الوجه أنه لا أجرة لصانع محرم لاطباقهم على أنه لا أجرة لصانع آنية النقد ونحوها، وما يعطاه نحو النجم إنما يعطاه أجرة لا هبة فلا وجه لما قالاه. اه (قوله: بأقل نفقة) متعلق بأعسر. وقوله تجب: أي النفقة في المستقبل، والمراد تجب لها بدليل قوله في المفاهيم ولا بنفقة الخادم، وكان الأولى التصريح به لأن ما ذكر هو محترزه (قوله: وهو) أي أقل النفقة مد (قوله: أو أقل كسوة) معطوف على أقل نفقة: أي أو أعسر بأقل كسوة. وقوله تجب: أي لها في المستقبل كالذي قبله (قوله: كقميص الخ) تمثيل لاقل الكسوة (قوله: بخلاف الخ) مرتبط بمحذوف يعلم من عبارة الفتح الآتي نقلها تقديره، والمراد بأقل الكسوة ما لا بد منه كقميص الخ بخلاف نحو سراويل الخ - إلا أن قوله وفرش وما بعده لا يناسب ذكره هنا لأنه ليس من أنواع الكسوة وعبارة فتح الجواد ليس فيها ذلك ونصها مع الأصل أو عن أقل كسوة وهي كسوة المعسر إذ لا بقاء بدونها غالبا وقيد ابن الصلاح البعض: أي المفهوم من لفظ أقل بما لا بد منه كخمار وجبة شتاء بخلاف نحو نعل وسراويل واختاره الزركشي وهو متجه. اه. بزيادة يسيرة. إذا علمت ذلك فكان الأولى للشارح أن لا يذكره هنا وأن يزيد ما قدرته. وقوله وفرش الخ: في ع ش ما نصه: وبحث م ر الفسخ بالعجز عما لا بد منه من الفرش بأن يترتب على عدمه الجلوس والنوم على البلاط والرخام المضر ومن الاواني كالذي يتوقف عليه
Artinya: Cabang: Tentang Fasakh (Pembatalan Nikah)
Fasakh karena suami tidak mampu memberi nafkah disyariatkan untuk menghilangkan mudarat bagi istri.
➡️ Yang berhak meminta fasakh adalah istri yang sudah baligh dan berakal (mukallaf), meskipun ia dianggap boros (safihah), tetap dihukumi seperti perempuan dewasa pada masalah ini.
➡️ Bukan hak wali perempuan yang belum mukallaf (anak kecil atau gila), karena masalah fasakh ini berkaitan dengan syahwat dan kebutuhan pribadi istri, maka tidak bisa diwakilkan.
Jika suami tidak mampu menyediakan:
- nafkah minimal yang wajib (yaitu satu mud makanan pokok), atau
- pakaian minimal yang wajib (seperti baju, kerudung, dan pakaian hangat untuk musim dingin), atau
- tempat tinggal, atau
- mahar wajib yang belum diberikan sebelum hubungan intim,
dan istrinya tidak sabar dengan kondisi itu, maka ia berhak meminta fasakh.
*✍️ Catatan Penting*
1.) Jika suami mampu tapi menolak memberi nafkah (baik kaya, sedang, atau miskin), maka istri tidak berhak fasakh, meskipun suami tidak memberi nafkah. Begitu juga jika suami pergi dan tidak memberi kabar (menurut pendapat kuat dari Imam Nawawi dan Rafi’i).
2.) Hak istri: ia boleh memilih antara bersabar atau meminta fasakh.
3.) Syarat-syarat fasakh karena tidak mampu nafkah (ada 5 syarat):
- Suami benar-benar miskin (mu’sir), bukan sekadar menolak.
- Ketidakmampuan itu terkait dengan nafkah, pakaian, tempat tinggal, atau mahar yang belum diberikan (sebelum terjadi hubungan).
- Nafkah yang dimaksud adalah nafkah untuk istri, bukan untuk pembantu.
- Yang dimaksud adalah nafkah standar untuk orang miskin. Jika suami miskin tidak bisa memberi nafkah setara orang kaya, tidak boleh fasakh selama ia masih bisa memberi nafkah standar orang miskin.
- Nafkah itu untuk masa depan. Kalau suami tidak bisa membayar nafkah yang sudah lewat (masa lalu), maka itu dihitung sebagai utang biasa dan tidak bisa dijadikan alasan fasakh.
4.) Tentang harta dan pekerjaan suami
- Jika suami tidak punya harta dan juga tidak bisa bekerja mencari nafkah yang halal, maka istri boleh minta fasakh.
- Jika suami hanya bisa bekerja dengan cara haram (misalnya jual khamr atau membuat alat musik haram), maka nafkah dari pekerjaan itu tidak dianggap sah. Sehingga tetap boleh fasakh, karena nafkah haram tidak memenuhi syarat nafkah.
5.) Tentang nafkah dalam bentuk uang (kontan)
- Para qadhi (hakim) kadang-kadang memutuskan agar suami memberi nafkah atau pakaian dalam bentuk uang kontan (misalnya istri menuntut dan hakim menetapkannya).
- Imam Syafi’i membolehkan hal ini dalam tiga masalah: nafkah, pakaian, dan mahar, karena kebutuhan mendesak dan ada kemaslahatan. Bahkan, kadang hukumnya bisa wajib bagi hakim untuk menetapkannya.
*📚 كتاب الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي [وهبة الزحيلي] ج: ٤ ص: ٣١٤٩*
٢ - أثر الفسخ في الماضي (الأثر المستند والمقتصر) والمستقبل.
تعريف الفسخ لغة واصطلاحا ً: فقرة (١) ـ المراد بالفسخ هنا لغة: هو النقص أو التفريق، وجاء في تاج العروس شرح القاموس للزبيدي (١): الفسخ: الضعف في العقل والبدن، والجهل، والطرح، وإفساد الرأي، والفسخ: النقض، فسخ الشيء يفسخه فسخاً فانفسخ: نقضه فانتقض، والفسخ: التفريق، وقد فسخ الشيء: إذا فرقه.
Artinya: Akibat Fasakh (Pembatalan Nikah) di Masa Lalu dan Masa Depan
Definisi Fasakh
1.) Secara bahasa:
Kata fasakh berarti membatalkan, merusak, atau memisahkan.
- Dalam Tāj al-‘Arūs Syarh al-Qāmūs karya az-Zubaidī disebutkan:
1. Fasakh bisa bermakna kelemahan akal dan badan, kebodohan, penolakan, atau kerusakan dalam pendapat.
2. Fasakh juga berarti membatalkan atau merusak sesuatu. Misalnya: fasakha asy-syai’a artinya membatalkan sesuatu; infasakha artinya sesuatu itu terbatal dengan sendirinya.
3. Fasakh juga berarti memisahkan sesuatu; misalnya fasakha asy-syai’a berarti memisahkannya.
2.) Secara istilah (dalam fiqh):
Fasakh adalah pembatalan akad nikah karena sebab tertentu yang diakui syariat, baik karena cacat, karena suami tidak mampu memberi nafkah, atau sebab lain yang ditetapkan hukum Islam.
*📚 كتاب الموسوعة الفقهية الكويتية [مجموعة من المؤلفين] - ج: ص: ١٣٧*
الْجُمْهُورِ، بَل هُوَ ثَابِتٌ أَيْضًا فِي كُل عُقُودِ الْمُعَاوَضَاتِ كَالإِْجَارَةِ وَالْقَرْضِ، فَلِلْمُؤَجِّرِ فَسْخُ الإِْجَارَةِ إِذَا أَفْلَسَ الْمُسْتَأْجِرُ قَبْل دَفْعِ الأُْجْرَةِ، لِلْمُقْرِضِ الرُّجُوعُ عَلَى الْمُقْتَرِضِ إِذَا أَفْلَسَ وَكَانَ عَيْنُ مَالِهِ قَائِمًا (١) .
وَأَجَازَ الْجُمْهُورُ التَّفْرِيقَ بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ لِلإِْعْسَارِ أَوِ الْعَجْزِ عَنِ النَّفَقَةِ، وَالْفُرْقَةُ طَلاَقٌ عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ، فَسْخٌ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ وَلاَ تَجُوزُ إِلاَّ بِحُكْمِ الْقَاضِي، وَجَوَازُهَا لِدَفْعِ الضَّرَرِ عَنِ الزَّوْجَةِ.
وَلَمْ يُجِزِ الْحَنَفِيَّةُ التَّفْرِيقَ بِسَبَبِ الإِْعْسَارِ (٢) ، لأَِنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَوْجَبَ إِنْظَارَ الْمُعْسِرِ بِالدَّيْنِ فِي قَوْله تَعَالَى {وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ} (٣) .
فَسْخُ النِّكَاحِ:
١٩ - التَّفْرِيقُ فِي النِّكَاحِ إِمَّا أَنْ يَكُونَ فَسْخًا أَوْ طَلاَقًا.
وَالْفَسْخُ: مِنْهُ مَا يَتَوَقَّفُ عَلَى الْقَضَاءِ، وَمِنْهُ مَا لاَ يَتَوَقَّفُ عَلَيْهِ.
Artinya: Para ulama berbeda pendapat mengenai pembatalan nikah (fasakh) karena suami tidak mampu memberi nafkah (i‘sār / ‘ajz):
1.) Pendapat Jumhur (mayoritas ulama: Malikiyah, Syafi’iyah, Hanabilah)
- Membolehkan adanya perpisahan (tafrīq) antara suami-istri jika suami tidak mampu menafkahi.
- Perbedaannya:
1. Menurut Malikiyah → perpisahan itu dihukumi sebagai talak.
2. Menurut Syafi’iyah dan Hanabilah → dihukumi sebagai fasakh.
- Tidak boleh dilakukan sendiri oleh istri, tetapi harus melalui putusan hakim (qādī).
- Alasan bolehnya: untuk menghindari mudarat pada istri.
2.) Pendapat Hanafiyah
- Tidak membolehkan adanya perpisahan karena suami tidak mampu menafkahi.
- Alasannya: karena Allah memerintahkan agar orang yang berutang dan dalam kesulitan diberi tenggang waktu, sebagaimana firman Allah Ta‘ala:
> “Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.” (QS. Al-Baqarah: 280)
*Bentuk Perpisahan dalam Nikah*
Perpisahan dalam nikah ada dua bentuk:
- Talak
- Fasakh
- Fasakh sendiri ada dua macam:
1. Ada yang memerlukan keputusan hakim (qādī).
2. Ada juga yang tidak memerlukan keputusan hakim.
(١) شرح الخرشي ٤ / ١٩١ - ١٩٣، وبداية المجتهد ٣ / ٢٣٧، ٢٤٠، والمهذب ١ / ٣٢٣ - ٣٢٧، وفتح العزيز ١٠ / ٢٣٣ - ٢٤٣، والمغني ٤ / ٤٥٦ - ٤٦٠، ٥٠٥.
(٢) الدر المختار ٢ / ٩٠٣، والفروق ٣ / ١٤٥، والشرح الصغير ٢ / ٧٤٥، ومغني المحتاج ٣ / ٤٤٢، والمغني ٧ / ٥٧٣.
(٣) سورة البقرة / ٢٨٠.
*📌 Kesimpulan Inti*
1.) Definisi
Fasakh adalah pembatalan akad nikah karena sebab syar‘i tertentu, berbeda dengan talak yang dijatuhkan langsung oleh suami.
2.) Sebab-sebab fasakh
- Adanya cacat pada pasangan (gila, kusta, belang, impotensi, tertutupnya kemaluan, dll).
- Ketidakmampuan suami memberi nafkah pokok, pakaian wajib, tempat tinggal, atau mahar (sebelum terjadi hubungan intim).
3.) Perbedaan dengan talak
- Fasakh tidak mengurangi jumlah talak.
- Aturan mahar, nafkah, dan akibat hukum berbeda dengan talak.
- Ada fasakh yang memerlukan keputusan hakim, ada yang tidak.
4.) Perbedaan mazhab
- Malikiyah: memandang perpisahan karena nafkah sebagai talak.
- Syafi’iyah & Hanabilah: memandangnya sebagai fasakh, tapi harus melalui hakim.
- Hanafiyah: tidak membolehkan fasakh karena alasan tidak mampu menafkahi.
5.) Tujuan syariat
Fasakh disyariatkan sebagai bentuk perlindungan agar istri tidak dirugikan dan terhindar dari mudarat dalam pernikahan.
Jadi secara ringkas: fasakh adalah jalan syariat untuk membatalkan nikah bila terjadi cacat atau suami tidak mampu menunaikan kewajiban pokok, dengan tujuan melindungi hak dan kemaslahatan istri, meski ulama berbeda dalam detail hukumnya.
____________________________________
*📝PENJAWAB : Gus Muhammad Ali Alimin*
____________________________________
*💫mαjєlís sírαmαn* *qσlвu pєcíntα* *rαsulullαhﷺ💫🌹💖*
_____________ & ____________________
*💫PONDOK ILMU AGAMA💫🌹💖*
____________________________________
☆.` ´. ☽¸.☆, 𝗪𝗮𝗹𝗹𝗮𝗵𝘂 𝗔'𝗹𝗮𝗺 ,☆.¸☽ .` ´.☆
