Kota Makkah kadang disebut sebagai kota Bakkah, seperti pada Surat Ali Imron ayat 16:
إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا وهدى للعالمين
Mengapa disebut dengan Bakkah?.
Kata Bakkah bermakna berdesakan, dan kata ini disebutkan pada saat membahas tentang haji (surat Ali Imron ayat 17).
بك أي زحم
Hal itu sesuai dengan keadaan saat haji yang ramai dan berdesakan terutama di Masjidil Harom (أول بيت).
Dari sini saya teringat dengan dawuh Mbah Maimoen Zubair yang menjelaskan bahwa ALLOH berjanji kepada Makkah bahwa orang yang mengunjunginya dengan berhaji tiap tahunnya tidak kurang dari enam ratus ribu orang. Bila kurang akan digenapkan oleh Rijalil Ghoib.
Kata Bakkah juga memiliki arti lelah atau melelahkan kendaraan, sesuai dengan amalan haji yang juga melelahkan.
بك أي أتعب الدابة في السير
Hal itu sesuai dengan ayat yang menjelaskan tentang orang yang datang untuk berhaji dengan berjalan kaki maupun yang mengendarai kendaraan dari daerah yang jauh.
وأذن في الناس بالحج يأتوك رجال وعلى كل ضامر يأتين من كل فج عميق.
Sedangkan kata Makkah berasal dari kata Makka yang memiliki makna menghisap atau menyedot sedikit demi sedikit.
مك أي مص أو مش معناه أخذه شيئا بعد شيء
Seperti kita ketahui bahwa orang islam yang pada saat Nabi Ibrohim memanggil untuk berhaji pada alam ruh (sukma) dan mendengar seruan itu, maka ia akan datang ke Makkah sebagai orang yang berhaji, seperti disebutkan pada ayat tersebut. Hal ini seperti disebutkan oleh Syaikhona Maimoen Zubair.
Makkah seolah sebagai magnet yang menarik dan menghisap orang yang merindukannya untuk datang ke Makkah.
أمن تذكر جيران بذي سلم * مزجت دمعا جرى من مقلة بدم
نحن جيران بذا الحرام * حرام الإحسان والحسن
Makkah juga bermakna merengek-rengek atau menekan orang yang berhutang untuk segera membayar hutangnya. Bahasa sarangnya "nguthoh".
مك غريمه أي ألح في الطلب ما انفك يمك غريمه حتى استرجع ماله
Orang yang haji atau umrohnya batal, maka ia dituntut untuk segera membayar (mengqodlo')nya bila sudah mampu. Seperti halnya orang yang berhutang dituntut untuk segera membayar hutangnya bila sudah mampu.
Orang yang sudah mampu untuk berhaji atau umroh tetapi tidak melaksanakannya, maka ada ancaman yang mengerikan seperti dalam hadits pada kitab Ihya' Ulumiddin:
من مات ولم يحج فليمت إن شاء يهوديا وإن شاء نصرانيا
Makkah juga bermakna merusak.
مك الشيء أي نقصه وأهلكه
Seperti diketahui bahwa penyebab dihancurkannya Abrahah adalah karena ada keinginan untuk menghancurkan ka'bah, sehingga ia dihancurkan dengan burung yang berbondong-bondong.
ترميهم بحجارة من سجيل فجعلهم كعصف مأكول
Hal itu sebagai bukti dari ayat yang menyatakan bahwa orang yang berkeinginan untuk berbuat dlolim di Makkah maka akan dicicipi siksa yang pedih.
ومن يرد فيه بإلحاد بظلم نذقه من عذاب أليم
Begitu juga orang sudah mampu untuk berhaji, tetapi ia tidak melaksanakannya, harta yang ia seharusnya dijadikan sebagai ongkos untuk haji digunakan untuk hal lain, seringkali kita lihat usahanya tidak menjadikan untung, tetapi sebaliknya usaha dan hartanya semakin hari semakin habis dan hancur.
Hal itu sesuai dengan ayat:
ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله غني عن العالمين
Pada ayat itu ALLOH menjelaskan kewajiban haji bagi orang yang mampu. Tetapi Mengapa diakhiri dengan susunan kalimat:
ومن كفر فإن الله غني عن العالمين
Dan barangsiapa yang kafir sesungguhnya ALLOH tidak membutuhkan terhadap alam.
Susunan kalimat itu sebagai pengganti dari susunan kalimat:
ومن لم يحج مع استطاعته إليه سبيلا فإن الله غني عنه
غني عنه أي أعرَض عنه وأقصاه.
Barangkali siapa yang tidak berhaji sedangkan ia mampu untuk itu, maka ALLOH tidak membutuhkannya, dengan maksud ALLOH menjauh dan berpaling darinya.
نعوذ بالله من ذلك
Dan semoga ALLOH memudahkan jalan untuk mencapai ridlonya.
وشوقاه إليك يا مكة
وشوقاه إليك يا مدينة رسول الله صلى الله عليه وسلم
Ditulis oleh Kanthongumur di Majlis Ta'lim Sabilun Najah Kramatsari III Pekalongan.
