Pembagian Ilmu Hadits dari segi maqbul

 Pembagian Ilmu Hadits dari segi maqbul (yang secara bahasa adalah, "diterima") dan mardud (yang secara bahasa adalah, "ditolak")


أنواع علوم الحديث

يقسم أكثر العلماء الحديث النبوي إلى قسمين : مقبول ومردود .


والمقبول معناه : أن ناقليه الذين نقلوه وحملوه اجتمعت فيهم صفات القبول ، ولذلك صار الحديث الذي نقلوه مقبولا عند العلماء


والمردود معناه : أنه لم تتوفر صفات القبول فيمن نقله وحمله ، ولذلك صار الحديث الذي نقله مردوداً .


والمقبول : هو الذي يسمى عند علماء المصطلح بالحديث الصحيح أو الحسن . والمردود : هو الذي يسمى عند علماء المصطلح بالضعيف


ولما كانت صفات القبول قد تكون كاملة تامة في الراوي ، وقد تنقص قليلا ، اقتضى أن يكون المقبول على درجتين : درجة عليا ودرجة أقل منها ، فالمشتمل على أعلى الصفات هو الصحيح ، والمشتمل على ما هو أقل من ذلك هو الحسن.


ويتحصل من هذا :

أن الحديث ينقسم إلى ثلاثة أقسام : صحيح وحسن وضعيف.


[السيد محمد بن علوي المالكي، قواعد الأساسية في علم مصطلح الحديث، صفحة ١٤-١٥].



Jenis-jenis Ilmu Hadis


Sebagian besar ulama membagi hadis Nabi menjadi dua bagian: maqbul dan mardud.


Maqbul artinya para perawi yang menukilnya dan membawanya memiliki sifat-sifat yang memenuhi syarat diterimanya riwayat, sehingga hadis yang mereka sampaikan dianggal maqb oleh para ulama.


Mardud artinya sifat-sifat penerimaan tidak terpenuhi pada perawi yang menukilnya dan membawanya, sehingga hadis yang ia tukil mardud.


Hadis maqbul disebut oleh para ulama ilmu musthalah sebagai hadis sahih atau hasan, sedangkan hadis mardud disebut dlaif (lemah).


Karena sifat-sifat penerimaan bisa jadi sempurna pada seorang perawi, dan bisa juga kurang sedikit, maka jadilah hadis yang maqbul terbagi menjadi dua tingkatan:


Yang memiliki sifat-sifat paling sempurna disebut sahih.


Yang sifatnya sedikit di bawah itu disebut hasan.


Kesimpulannya:

Hadis terbagi menjadi tiga macam: sahih, hasan, dan dla‘if (lemah).

hamba Tuhan

Penting ngaji

Posting Komentar

Harap berkomentar yang bisa mendidik dan menambah ilmu kepada kami

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler